RELUNG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang mencatatkan rekor jumlah penumpang tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2025.
Pada H-3 Lebaran, Jumat (28/3/2025), tercatat sebanyak 3.843 penumpang menggunakan layanan kereta api di wilayah Divre III Palembang. Angka tersebut menjadi puncak arus mudik di tahun ini.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menyampaikan, arus mudik masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api masih terpantau ramai hingga H-2 Lebaran, Sabtu 29 Maret 2025.
Secara keseluruhan, sejak 21 hingga 29 Maret 2025 pukul 10.00 WIB, KAI Divre III Palembang telah melayani sebanyak 32.077 penumpang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan angkutan kereta api sebagai pilihan utama untuk mudik pada Lebaran 2025 ini,” ujar Aida.
Selama masa angkutan Lebaran, Stasiun Kertapati menjadi stasiun tersibuk dengan melayani keberangkatan sebanyak 16.019 penumpang. Disusul oleh Stasiun Lubuk Linggau dengan 6.094 penumpang, Stasiun Muara Enim 3.030 penumpang, Stasiun Lahat 2.896 penumpang, dan Stasiun Prabumulih sebanyak 2.063 penumpang.
Sementara itu, KA Rajabasa (S7) relasi Stasiun Kertapati – Tanjungkarang mencatatkan volume penumpang tertinggi hingga H-2 Lebaran dengan total 19.397 penumpang. Jumlah tersebut meningkat signifikan berkat penambahan tiga rangkaian kereta pada layanan KA Rajabasa selama masa angkutan Lebaran 2025.
Terkait dengan update penjualan tiket, hingga periode Angkutan Lebaran 21 Maret – 11 April 2025, total tiket yang telah terjual mencapai 71.969 tiket atau 109% dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, yaitu 66.088 seat.
KAI Divre III Palembang mengimbau masyarakat yang hendak menggunakan jasa KA untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website resmi kai.id, maupun agen penjualan tiket resmi lainnya. Selain itu, pelanggan diingatkan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan serta tidak membawa barang berlebihan agar perjalanan mudik berjalan dengan nyaman dan lancar.
“Kami juga mengingatkan pelanggan untuk memperhitungkan waktu keberangkatan dari rumah menuju stasiun. Minimal 1 jam sebelum jadwal keberangkatan, pelanggan sudah berada di stasiun untuk menghindari keterlambatan,” tutup Aida. (KPB)

