RELUNG.ID – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah menggunakan kereta api dari Palembang mulai menunjukkan lonjakan. Hingga 9 Maret 2026, penjualan tiket pada masa Angkutan Lebaran telah mencapai 90.807 tiket untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Data tersebut disampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang yang mengoperasikan tiga layanan kereta api utama di wilayah Sumatera Selatan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakan lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret.
“Berdasarkan data sementara, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai 5.064 orang,” ujarnya.
Lonjakan penumpang juga diprediksi masih tinggi pada 19 Maret 2026 dengan jumlah sekitar 4.735 orang.
Penjualan tiket tersebut merupakan akumulasi dari tiga layanan kereta yang beroperasi di wilayah Divre III Palembang, yakni KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga.
Dari ketiga layanan tersebut, KA Rajabasa menjadi salah satu yang paling diminati. Untuk relasi Stasiun Kertapati menuju Bandar Lampung, tiket yang terjual mencapai 22.172 atau 119 persen dari kapasitas.
Sementara perjalanan sebaliknya dari Bandar Lampung menuju Kertapati tercatat 24.761 tiket atau sekitar 133 persen dari kapasitas.
Tingginya minat juga terjadi pada KA Bukit Serelo. Tiket perjalanan dari Kertapati menuju Lubuk Linggau tercatat 15.738 atau 112 persen dari kapasitas.
Sedangkan dari Lubuk Linggau menuju Kertapati mencapai 17.072 tiket atau 122 persen dari kapasitas yang tersedia.
Di tengah lonjakan penumpang tersebut, KAI juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan aturan barang bawaan selama perjalanan.
Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa bagasi maksimal 20 kilogram dengan dimensi maksimal 70 x 48 x 30 cm atau setara koper ukuran 26 inci. Jika melebihi batas tersebut, penumpang akan dikenakan biaya tambahan sesuai kelas layanan.
Selain itu, sejumlah barang juga dilarang dibawa ke dalam kereta, seperti hewan peliharaan, bahan mudah terbakar, senjata tanpa izin, narkotika, hingga barang berbau menyengat.
“Kami mengimbau pelanggan membawa barang secukupnya sesuai ketentuan agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi seluruh penumpang,” kata Aida. (KPB)

