Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Qodari: Ketimpangan Ekonomi Dipicu Penguasaan 6 Juta Hektare Sawit Ilegal
Regional

Qodari: Ketimpangan Ekonomi Dipicu Penguasaan 6 Juta Hektare Sawit Ilegal

RiyadiBy Riyadi24/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat blusukan di Pasar 16 Ilir Palembang menemani Wapres Gibran. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengungkapkan masih adanya penguasaan perkebunan kelapa sawit ilegal seluas 6 juta hektare di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu ketimpangan ekonomi nasional.

Qodari mengatakan, luas perkebunan sawit tanpa izin resmi itu sangat fantastis karena setara dengan sekitar separuh Pulau Jawa atau 12 kali luas Pulau Bali.

“Ternyata kebun sawit ilegal di Indonesia luasnya mencapai 6 juta hektare. Besar sekali, kurang lebih separuh Pulau Jawa. Kalau dibandingkan dengan Bali, itu 12 kali Pulau Bali yang luasnya sekitar setengah juta hektare. Temuan ini diungkap langsung oleh Presiden Prabowo,” ujar Qodari, Kamis (23/7/2026).

Baca juga :   Cegah Banjir, Kolam Retensi di Sematang Borang Mulai Dinormalisasi

Menurutnya, pengungkapan jutaan hektare kebun sawit ilegal tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi struktur ekonomi nasional yang dinilai masih timpang akibat penguasaan sumber daya alam oleh pihak-pihak tertentu.

Qodari menjelaskan, selama ini perekonomian Indonesia memang mencatat pertumbuhan yang relatif stabil, yakni sekitar 5 persen per tahun. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh masyarakat.

Ia menilai manfaat pertumbuhan ekonomi lebih banyak dirasakan kelompok tertentu, sementara kondisi kelas menengah justru mengalami penyusutan.

Baca juga :   Kepergok Curi 50 Kilogram Sawit, Residivis Narkoba di Musi Rawas Dimassa, Motor Dibakar

“Teorinya, kalau kue ekonominya membesar, kelas menengahnya ikut membesar. Namun yang terjadi justru kelas menengah menyusut, sementara kelompok masyarakat hampir miskin (near-poor) meningkat,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengurangi ketimpangan ekonomi melalui penegakan hukum terhadap penguasaan sumber daya alam secara ilegal, termasuk di sektor perkebunan dan pertambangan.

Selain penindakan hukum, pemerintah juga memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga :   Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi, Kekayaan SDA Indonesia Harus Dinikmati Seluruh Rakyat

Menurut Qodari, kedua kebijakan tersebut dijalankan secara bersamaan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia berharap langkah tersebut mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok, memperkuat penyerapan produk lokal, sekaligus menekan kesenjangan ekonomi yang selama ini masih menjadi tantangan pembangunan nasional.

“Pemerintah ingin memastikan sumber daya alam dikelola sesuai aturan, sementara masyarakat di tingkat bawah diperkuat melalui koperasi desa sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” pungkasnya.[YKP]

Ekonomi Ketimpangan Qodari Sawit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHerman Deru Minta Amdal Lalin Jalan Mayor Zen Dievaluasi Usai Kecelakaan Maut Pelajar
Next Article MK Tegaskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Diminta Transparan dan Lindungi Sisa Paket Data
Riyadi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,939 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,782 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?