RELUNG.ID – Bank Indonesia (BI) resmi memulai uji coba terbatas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Korea Selatan pada Rabu (30/10). Langkah ini menjadi fase penting menuju era baru transaksi lintas negara, terutama bagi wisatawan Indonesia yang kian memadati Negeri Ginseng.
Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis sistem pembayaran digital nasional itu bisa digunakan secara penuh di Korea Selatan tahun depan.
“Insya Allah tahun depan mulai nyambung,” kata Perry di JCC Senayan, Kamis (30/10).
Ekspansi QRIS ke Korea Selatan menjadi momentum strategis bagi Indonesia. Selain memudahkan WNI saat berwisata, langkah ini diprediksi akan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal yang tengah memperkuat branding produk halal dan budaya pop di pasar Korea.
QRIS saat ini tercatat telah digunakan oleh hampir 60 juta pengguna, dengan sekitar 40 juta di antaranya pelaku UMKM. Perry menegaskan teknologi pembayaran tersebut menjadi tumpuan percepatan digitalisasi ekonomi nasional sejak masa pandemi.
“Selama pandemi, QRIS berperan besar dalam penyaluran bansos. Kini, penggunaannya meluas hampir di semua sektor,” ujarnya.
Perry bahkan menuturkan bagaimana QRIS kini dipakai di lapangan olahraga. Ia mencontohkan pengalaman membeli bola golf tanpa uang tunai—cukup dengan QRIS.[THQ]

