Penurunan jumlah pelanggan membuat raksasa hiburan Disney melakukan langkah efisiensi. Salah satunya dengan memecat ribuan karyawannya.
Dikutip dari One India, Disney dikabarkan akan memecat sebanyak 7.000 karyawannya atau sekitar 3 persen dari seluruh pekerja secara global. Langkah itu diambil Disney untuk menghemat biaya pengeluaran perusahaan.
Baca Juga: Amazon Bakal PHK 18 Ribu Pekerjanya
CEO Disney, Bob Iger mengaku, keputusan tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan. Disney, kata Iger, sangat menghormati dan menghargai bakat serta loyalitas yang telah diberikan karyawan.
“Langkah ini diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi hari ini,” kata Iger.
Baca Juga: Disney Kembangkan Sekuel Animasi Toy Story 5, Frozen 3, dan Zootopia
Menurut laporan, Disney memiliki sekitar 200 ribu pekerja di mana 160 ribu di antaranya merupakan para pekerja yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Penurunan pelanggan sebesar 1 persen pada Desember lalu telah berdampak besar bagi Disney. Selain pemecatan karyawan, Disney juga mengambil langkah efisiensi lain berupa pengurangan biaya administrasi umum, biaya operasional lainnya dan menghemat biaya sekitar 3 miliar dolar AS (Rp 45 miliar) yang berasal dari pengurangan konten non-olahraga.
Baca Juga: Disney Hapus Episode ‘Forced Labor’ Simpsons di Hong Kong
Kini perusahaan tersebut akan mengatur ulang beberapa segmennya dan berhemat untuk sementara waktu, agar bisnis streamingnya dapat terus tumbuh di masa depan.

