RELUNG.ID — Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menjelaskan banjir terjadi di beberapa titik di Palembang akibat saluran yang tidak berfungsi maksimal, sehingga lambat menuju resapan air.
“Antisipasi jangka pendek kami upayakan pembersihan sumbatan air dan juga mendorong air lebih cepat dengan sistem pompa, dan upaya lain termasuk menurunkan alat berat pada wilayah tertentu,” ungkapnya.
Meski begitu Ratu Dewa meminta unsur pemerintahan terkait penanggulangan banjir terutama para camat segera melakukan upaya jangka pendek dan jangka panjang untuk membantu warga.
Dirinya meminta semua pihak untuk dapat mengambil tindakan secepatnya, terutama membersihkan saluran air yang masih tersumbat dan hal lain yang bisa dilakuakn termasuk bagi warga yang terdampak banjir secara langsung.
“Hujan bertubi-tubi turun dengan intensitas yang sangat tinggi, saya manusia biasa dan berserta unsur pemerintahan sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampak banjir, beberapa lokasi sudah kita cek,”katanya saat meninjau banjir di Simpang Polda.
Untuk diketahui Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang, Sumatera Selatan dan sekitarnya sejak malam hingga Minggu (9/3/2025) pagi mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Bahkan banjir di beberapa kawasan Kota Pempek ini viral di media sosial.
Adapun titik langganan banjir di Kota Palembang seperti Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel, Jalan Veteran, Simpang Polda, wilayah Lemabang, Sekojo, Sekip, Plaju, Seberang Ulu, Gandus, Sukarami, Alang – Alang lebar dan masih banyak lagi.
Ada sekitar 42 titik banjir di Palembang yang rawan banjir dan lokasi tersebut masih menjadi perhatian dan pekerjaan rumah utama Pemerintah Kota (Pemkot). Kondisi Palembang banjir biasanya disebabkan karena serapan aliran drainase yang tak optimal.
banjir yang terparah ada di Pipa Reja Sekip, Kecamatan Kemuning, daerah tersebut langganan banjir jika hujan deras tiba. Ketinggian air di loksai itu bisa mencapai setinggi lutut irang dewasa.
Lalu, banjir juga terjadi di kawasan PTC Mall, Simpang Polda dan di KM 7 Kol H Barlian hingga TPU kebun Bunga yang juga terdampak terendam banjir.
Pantauan di lokasi TPU Kebun Bunga, Minggu (9/3/2025) pagi tampak banyak makam atau kuburan yang terendam banjir hingga mencapai lutut orang dewasa.
“Hujan dari semalam, ini sudah mulai berangsur surut tetapi banyak makam yang terendam banjir,” ungkap Ari, warga sekitar pemakaman Kebun Bunga.
Ia berharap, agar Pemkot Palembang membenahi drainase atau saluran pembuangan air di sekitar lokasi TPU Kebun Bunga.
“Disini kalau hujan pasti banjir, akses jalan di TPU Kebun Bunga ini terendam hingga lutut orang dewasa,” tandas dia. [THQ]

