RELUNG.ID – Ratusan honorer di Pemkot Prabumulih terancam bakal dirumahkan. Pasalnya, ratusan honorer tersebut tidak lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hal ini diungkapkan Wali Kota Prabumulih, Arlan saat menanggapi aksi para honorer di Gedung DPRD Prabumulih, Senin (7/7/2025).
Arlan mengatakan, setidaknya ada 154 honorer yang tidak lulus dari PPPK lalu. Berdasarkan aturan dari pemerintah pusat, tenaga honorer ini akan dirumahkan terlebih dahulu,
“Mereka yang tidak lolos akan dirumahkan pada Juli mendatang oleh Dinas BKPSDM Prabumulih,” kata Arlan.
Meski demikian, pihaknya akan tetap memperjuangkan para honorer ini dan tentunya akan menjadi prioritas utama Pemkot Prabumulih.
“Jadi harap sabar, kalau nanti ada penerimaan PPPK dari pusat, nantinya mereka akan lebih diutamakan,” tutupnya.
Seperti diketahui,r atusan honorer kategori R3 menggeruduk Gedung DPRD Prabumulih untuk mempertanyakan nasib mereka yang telah mengabdi di Pemkot Prabumulih.
“Saya sudah 17 tahun mengabdi sebagai operasi tapi tidak juga diangkat menjadi PPPK,” kata seorang honorer, Sobri.
Dia menyebut, munculnya data 2.847 formasi dalam database BKN merupakan hasil perjuangan para honorer tahap pertama.
Namun, ironisnya mereka justru tidak lolos seleksi, padahal merekalah yang menjadi pelopor pengajuan kuota ke BKN.
“Itu yang membuat kami kecewa. Kenapa yang diangkat menjadi PPPK justru orang-orang yang baru bekerja sebagai honorer?” ujar Sobri.
Menurut Sobri, Pemkot Prabumulih tidak adil dan melakukan tebang pilih, tanpa menghargai pengabdian mereka yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun.
Dia menduga adanya permainan ‘data siluman’ yang membuat beberapa orang yang tidak pernah menjadi honorer bisa lolos seleksi PPPK. Namun, Sobri mengaku tidak memiliki bukti kuat sehingga hanya dapat menyampaikan keluhan.
“Saya berharap pemerintah menurunkan tim untuk memverifikasi langsung dugaan ini. Karena ada yang tidak pernah menjadi honorer tapi bisa ikut tes dan lulus PPPK,” tutupnya. (SMP)

