RELUNG.ID – Memasuki penghujung tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Empat Lawang menunjukkan perkembangan signifikan. Namun capaian itu masih jauh dari target yang ditetapkan.
Data resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu per 3 Desember 2025 mencatat, PAD Empat Lawang baru mencapai Rp50,29 miliar dari target Rp87,53 miliar. Artinya, realisasi baru menyentuh sekitar 57 persen dari target total.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Empat Lawang, Kuswinarto SE, mengonfirmasi keabsahan data tersebut. Ia menegaskan bahwa angka Rp50,29 miliar belum bersifat final karena proses penghimpunan PAD masih terus berjalan hingga akhir tahun.
“Iya benar, data itu valid. Tapi itu bukan data final. Tidak ada sektor yang menonjol, semua merata,” ujarnya.
Kontribusi PAD didominasi kelompok Lain-lain PAD yang Sah sebesar Rp28,51 miliar. Disusul Pajak Daerah Rp13,40 miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp7,74 miliar, dan Retribusi Daerah Rp0,64 miliar.
Kuswinarto mengakui capaian sementara ini sudah memenuhi hampir seluruh asumsi riil PAD Empat Lawang yang berada pada kisaran Rp50–60 miliar. Namun angka tersebut tetap belum cukup untuk mengejar target resmi Rp87,53 miliar.
Ia menyebut sejumlah faktor eksternal menjadi hambatan. “Banyak faktor. Salah satunya kondisi perekonomian masyarakat yang memang belum membaik,” tegasnya. (SLM)

