RELUNG.ID – Ambisi Sumsel United untuk mempertahankan tren positif di kandang sendiri harus kandas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Tim berjuluk Laskar Juaro tumbang 1-2 dari Adhyaksa FC Banten pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/26 pekan ketujuh, Jumat (24/10).
Meski unggul cepat lewat gol sundulan Juninho Cabral pada menit ke-11, Sumsel United gagal mempertahankan momentum setelah Irwanto Bajo menerima kartu merah di babak kedua. Kondisi bermain dengan sepuluh pemain membuat ritme permainan mereka buyar. Dua gol balasan dari Makan Konate (60’) dan Rafi Dwi Angga (89’) membalikkan keadaan dan memupus harapan tuan rumah untuk menjaga rekor tak terkalahkan di Palembang.
Namun di balik kekalahan itu, pelatih kepala Nil Maizar menilai laga ini menjadi ujian mental penting bagi para pemainnya. Ia menekankan bahwa karakter sejati tim tangguh justru terlihat saat menghadapi situasi sulit.
“Saya kecewa dengan hasil ini, tapi ini bagian dari proses pendewasaan tim. Ketika kami kehilangan satu pemain, semuanya harus bisa tetap tenang dan berpikir jernih. Di situlah mental tim diuji,” ujar Nilmaizar selepas pertandingan.
Pelatih berpengalaman itu menambahkan, fokus tim kini bukan meratapi hasil, melainkan mempersiapkan kebangkitan di laga berikutnya menghadapi Sriwijaya FC.
“Kami harus cepat bangkit. Kompetisi masih panjang, dan satu kekalahan tidak boleh mengubah semangat kami,” tegasnya.
Senada, gelandang Jalesh Putra Gagarin menegaskan bahwa skuad Sumsel United siap memperbaiki diri.
“Kami kecewa, tentu saja. Tapi kami tidak boleh larut. Laga berikutnya adalah kesempatan untuk menebus kesalahan,” katanya dengan nada optimistis.
Dengan hasil ini, Sumsel United turun ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan 10 poin dari tujuh pertandingan, sementara Adhyaksa FC naik ke posisi kedua dengan 12 poin.[THQ]

