RELUNG.ID — Sebanyak 2.676 calon jemaah haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) menjelang batas akhir pelunasan pada 14 Maret 2025. Hingga 3 Maret 2025, baru 4.264 jemaah yang menyelesaikan kewajiban tersebut dari total kuota 6.940 orang.
Menurut Humas Kanwil Kementerian Agama Sumsel, Abdul Qudus, mayoritas jemaah yang sudah melunasi berasal dari Palembang dengan jumlah terbanyak mencapai 1.860 orang, disusul Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebanyak 642 orang, dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 281 orang.
“Pelunasan baru mencapai 61 persen dari total kuota. Pelunasan terbanyak berasal dari Palembang, diikuti OKU Timur dan OKI,” ujar Qudus, Selasa (4/3/2025).
Selain itu, beberapa daerah lainnya juga mulai menunjukkan progres pelunasan, seperti Muara Enim 208 orang, Lubuklinggau 157 orang, dan Lahat 155 orang. Sementara itu, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi satu-satunya wilayah yang belum mencatatkan pelunasan sama sekali.
Ketua Tim Kerja Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kemenag Sumsel, Fikri Setiawan, menegaskan jika hingga batas akhir masih ada kuota tersisa, pelunasan tahap dua akan dibuka. Tahap ini akan diprioritaskan bagi jemaah yang gagal sistem, penggabungan mahram, pendamping jemaah lansia atau disabilitas, serta jemaah cadangan.
“Jika ada jemaah yang menunda atau tidak melunasi, pelunasan tahap dua akan dibuka untuk mengisi sisa kuota,” jelas Fikri.
Untuk pelunasan Bipih, calon jemaah yang sebelumnya telah membayar setoran awal Rp 25 juta, hanya perlu menambah kekurangan sebesar Rp 27.411.751. Biaya ini mencakup penerbangan, akomodasi di Makkah dan Madinah, serta biaya hidup selama ibadah haji.
Dengan sisa waktu 11 hari menuju batas akhir pelunasan, para calon jemaah diimbau segera menyelesaikan pembayaran agar dapat diberangkatkan sesuai jadwal.[THQ]

