RELUNG.ID – Organisasi Gerakan Pramuka Dunia (WOSM) mendesak agar kegiatan Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan dihentikan.
Hal ini menyusul ribuan peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan yang jatuh sakit.
Peserta ini sakit diduga karena kondisi cuaca panas yang terjadi negara tersebut.
Baca Juga: WOW! Cara Perubahan Gear 5 Luffy Mirip Super Saiya Goku
WOSM meminta agar Korea Selatan mengakhiri kegiatan ini lebih awal yang telah dijadwalkan dan memfasilitas peserta hingga kembali ke negara asal mereka.
Jika negara ini tetap memaksa untuk melanjutkan, maka pihaknya mendesak adanya jaminan yang kuat untuk keselamatan para peserta.
“Mereka harus melakukan segala cara untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh gelombang panas dengan menambah sumber daya tambahan,” tulis pernyataan WOSM, seperti dimuat DW.
Baca Juga: Galaxy Chromebook Mulai Implementasikan LaCrOS, Begini Fungsinya
Saat ini, Pemerintah Korea Selatan telah berjanji untuk mengerahkan lebih banyak dokter, truk air, dan ruang ber AC untuk peserta jambore.
Seperti diketahui, kegiatan ini berlangsung hingga 12 Agutus mendatang di lokasi perkemahan kota pesisir Buan di provinsi Joella Utara, Korea Selatan.
Setidaknya 1.500 peserta harus menerima perawatan medis karena gigitan serangga, ruam kulit, luka panas, sakit kepala, dan sakit perut sejak hari Jumat (4/8).
Baca Juga: Jelang Ending, Drakor ‘King The Land’ Puncaki Rekor Tertinggi Penonton
Saat itu suhu di seluruh Korea Selatan berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celcius.
Cuaca yang tidak menguntungkan memaksa 4.500 kontingen pramuka Inggris meninggalkan tempat Jambore ke hotel di Seoul.
Kemudian disusul dengan peserta dari AS dan Singapura yang juga melakukan hal serupa.

