RELUNG.ID- Massa mulai berkumpul di depan Kantor Bupati Pati pada Selasa (12/8/2025) menjelang aksi demo. Pantauan pukul 07.30 WIB, suasana di sekitar Alun-alun Pati mulai ramai, dengan keranda mayat dan truk tronton yang diparkir di depan kantor.
Selain itu, tampak berbagai tulisan tuntutan massa, mulai dari “Lengserkan Bupati”, “Usut Tuntas KPK”, hingga terkait eks karyawan yang dipecat tanpa pesangon.
Dari dalam kantor, aparat kepolisian terlihat bersiaga untuk mengamankan aksi demo dan menjaga beberapa titik jalan masuk ke lokasi.
Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap kebijakan Bupati Pati, Sudewo, yang dianggap arogan.
Beberapa kebijakan yang dipersoalkan antara lain penerapan lima hari sekolah, regrouping sekolah yang berdampak pada guru honorer, serta pemecatan karyawan RSUD RAA Soewondo tanpa pesangon.
“Efek kebijakan Pak Sudewo seperti lima hari sekolah dan regrouping pasti berdampak pada guru honorer. Ada guru yang tidak bisa mengabdi lagi,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, pemecatan karyawan lama RSUD Soewondo dilakukan dengan dalih efisiensi, sementara karyawan baru direkrut untuk meningkatkan pelayanan.
Teguh memperkirakan aksi demo akan diikuti sekitar 100 ribu massa. “Kami dianggap mewakili mereka,” jelasnya.[YKP]

