RELUNG.ID- Kericuhan terjadi di Alun-Alun Pati, Selasa (5/8), saat sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati terlibat adu mulut dan saling dorong dengan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Aksi tersebut dipicu oleh dugaan penyitaan kotak donasi oleh petugas Satpol PP. Kotak tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat untuk mendukung aksi demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang rencananya akan digelar 13 Agustus mendatang.
Dari informasi yang beredar di media sosial, keributan bermula saat petugas Satpol PP mendatangi posko aliansi di sekitar Alun-Alun Pati. Petugas meminta agar posko dipindahkan dengan alasan area tersebut akan digunakan untuk persiapan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati dan HUT ke-80 RI.
Namun, langkah Satpol PP memicu amarah massa. Petugas diduga langsung mengangkut kotak-kotak donasi yang telah ditata rapi dan memanjang hingga hampir menutupi pagar Kantor Bupati Pati.
Respons cepat datang dari massa yang menduduki truk Satpol PP dan berusaha mengambil kembali barang-barang donasi. Lemparan kardus dan teriakan protes pun mewarnai suasana.
Supriyono, koordinator aksi, menyatakan kekecewaannya atas tindakan aparat. Ia mengklaim pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan kegiatan penggalangan dana ke Kapolresta dan Bupati Pati sejak awal Agustus.
“Donasi ini dari masyarakat Kabupaten Pati. Kami sudah kirim surat pemberitahuan, kok malah diangkut paksa. Ini bentuk ketidakadilan,” ujar Supriyono, sembari berdiri di atas truk Satpol PP.
Supriyono juga mengaku emosinya memuncak saat mengetahui kotak donasi disita. Ia pun nekat naik ke atas truk untuk mengambil kembali hasil donasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Satpol PP maupun Pemkab Pati terkait insiden tersebut. Massa aksi menyatakan akan terus melanjutkan aksi protes dan berencana menggelar unjuk rasa lanjutan hingga kebijakan kenaikan PBB-P2 dibatalkan.[YKP]

