RELUNG.ID– Konflik antara presenter Ruben Onsu dan adik kandungnya, Jordi Onsu, kembali memanas. Ruben akhirnya angkat bicara setelah Jordi sempat melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan akan membongkar rahasia atau aib sang kakak ke publik.
Saat ditemui di kawasan Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/7/2026), Ruben meminta Jordi untuk tetap rendah hati dan tidak melupakan perjuangan mereka di masa lalu.
Menurut Ruben, dirinya dan Jordi pernah menjalani kehidupan yang penuh keterbatasan setelah ditinggal kedua orang tua mereka. Karena itu, ia berharap sang adik tidak melupakan proses yang telah mereka lalui bersama.
“Tapi kita itu harusnya napak bumi. Kita bukan siapa-siapa dulu. Bahkan ketika lu enggak dilihat oleh banyak orang, keinginan gue cuma lu bisa bareng sama gue, orang menghargai gue dan orang menghargai lu juga,” ujar Ruben.
Ruben mengaku sedih setelah menyaksikan sejumlah pernyataan Jordi dalam berbagai wawancara yang menurutnya menyinggung persoalan pribadi, termasuk kehidupan pribadinya.
“Saya sempat nonton beberapa interview dia, tentang ini, itu, rumah saya. Ya Allah, sombong ini anak, dia harus diingatkan,” katanya.
Meski hubungan keduanya tengah merenggang, Ruben menegaskan bahwa Jordi tetap merupakan saudara kandung yang memiliki ikatan darah dengannya. Ia berharap sang adik masih menghormatinya sebagai kakak.
“Mau apa pun benteng pemisahnya, dia tetap satu darah sama saya. Kita itu sudah yatim piatu, enggak ada ayah, enggak ada ibu. Kalau lu enggak nurut sama saya, lu mau nurut sama siapa?” ucap Ruben.
Sebelumnya, Jordi Onsu sempat melontarkan pernyataan yang mengisyaratkan akan mengungkap rahasia atau aib Ruben ke publik.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam apabila pernyataan tersebut benar-benar direalisasikan dan dinilai merugikan kliennya.
“Di dalam rangka Ruben ingin memperjuangkan haknya untuk mendapatkan waktu berkumpul bersama anaknya, kemudian ingin mengancam berarti ingin mempermalukan, ini juga merupakan perbuatan melawan hukum, dan kami juga bisa melaporkan ini,” ujar Minola.
Ia meminta agar persoalan hak asuh anak maupun konflik keluarga tidak dikaitkan dengan ancaman membuka hal-hal yang bersifat pribadi.
“Jangan ancam Ruben dengan membuka hal-hal yang tidak seharusnya dibuka karena tidak ada konteksnya,” tegasnya.
Minola menilai, apabila ancaman tersebut benar dilakukan, maka tindakan itu dapat dipandang sebagai upaya untuk mempermalukan Ruben di hadapan publik.
Di sisi lain, Ruben mengaku luka batinnya terhadap sang adik sudah sangat dalam. Bahkan, ia mengisyaratkan sulit untuk kembali membuka pintu maaf.
“Hati gue pun sudah tertutup,” ujar Ruben dalam sebuah siniar.
“Karena ngelihat sok hebatnya dia. Jadi kalau lu tanya dalamnya luka gue, gue sudah enggak mau tahu,” pungkasnya.[YKP]

