RELUNG.ID — Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel di Rumah Sakit Al-Shifa Gaza telah mengubah fasilitas kesehatan tersebut menjadi ruang kosong yang dipenuhi dengan kuburan manusia yang tidak layak, menurut laporan yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (7/4).
Delegasi WHO yang berhasil mengakses rumah sakit tersebut pada Jumat (5/4) menyaksikan banyak kuburan dangkal di luar unit gawat darurat.
Beberapa anggota tubuh yang terbunuh bahkan masih terlihat di kuburan-kuburan tersebut, menandakan bahwa korban tidak mendapat penghormatan yang layak sebagai manusia.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa Rumah Sakit Al-Shifa telah menjadi cangkang kosong dengan kuburan manusia akibat pengepungan militer Israel.
RS Al-Shifa, yang sebelumnya merupakan tulang punggung sistem kesehatan di Gaza, kini terabaikan dan dipenuhi dengan kengerian akibat serangan militer.
Pasukan pendudukan Israel (IOF) dilaporkan melancarkan serangan darat ke Rumah Sakit Al-Shifa selama dua minggu untuk menghancurkan komplotan Hamas yang diduga bersembunyi di fasilitas kesehatan tersebut.
Selain laporan dari WHO, Doctors Without Borders juga menyatakan kehancuran yang terjadi di Rumah Sakit Al-Shifa setelah operasi militer Israel. Mereka menemukan bahwa rumah sakit terbesar di Gaza sudah tidak dapat digunakan lagi dan banyak pasien yang mengalami perlakuan buruk selama pengepungan, bahkan ada yang meninggal dunia akibat siksaan yang dilakukan oleh militer Israel.
Kondisi yang dilaporkan oleh kedua organisasi tersebut menggambarkan betapa tragisnya situasi kemanusiaan di Gaza sebagai dampak dari konflik antara Israel dan Hamas.

