Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Rupiah Melamah Ekonomi Desa di Sumsel Ikut Tertekan
Bisnis

Rupiah Melamah Ekonomi Desa di Sumsel Ikut Tertekan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda19/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi uang. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah dinilai bukan sekadar persoalan pasar keuangan atau pelaku impor besar. Di tengah kurs dolar yang telah menembus lebih dari Rp17.600, dampaknya justru mulai dirasakan hingga ke sektor pertanian dan masyarakat pedesaan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu menilai anggapan bahwa masyarakat desa tidak terdampak karena tidak menggunakan dolar secara langsung perlu dilihat lebih dalam dari sisi ekonomi riil.

Menurutnya, pelemahan rupiah tetap memicu efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok, biaya produksi, hingga ongkos distribusi hasil pertanian.

“Rupiah melemah artinya daya beli turun. Harga-harga akan ikut naik dan dampaknya tetap terasa sampai ke masyarakat desa,” ujar Sri Rahayu, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar kebutuhan produksi nasional masih berkaitan erat dengan impor dan harga global. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor bahan baku ikut melonjak dan akhirnya memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Sektor pertanian disebut menjadi salah satu bidang yang paling rentan terkena dampak. Pasalnya, banyak kebutuhan petani seperti pupuk dan pestisida masih bergantung pada bahan baku impor.

Akibatnya, biaya modal tanam ikut meningkat dan keuntungan petani berpotensi tergerus.

“Kalau harga pupuk dan pestisida naik, otomatis pengeluaran petani bertambah. Ini yang membuat kondisi ekonomi desa ikut tertekan,” katanya.

Tak hanya itu, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah juga memperbesar tekanan ekonomi ketika dolar AS menguat. Kenaikan kurs dinilai dapat memicu lonjakan harga BBM yang kemudian berdampak langsung terhadap biaya operasional pertanian.

Biaya penggunaan traktor, pompa air, hingga ongkos pengangkutan hasil panen diperkirakan ikut naik jika harga bahan bakar meningkat.

“Kalau harga BBM naik, biaya distribusi hasil panen juga ikut naik. Dampaknya jelas terasa sampai ke pedesaan,” jelasnya.

Sri Rahayu juga menyoroti potensi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur akibat meningkatnya biaya distribusi barang.

Bahkan, ia mengaku telah menerima laporan dari sejumlah peternak ayam di Palembang yang mulai mengalami penurunan permintaan luar daerah karena ongkos pengiriman semakin mahal.

“Beberapa peternak ayam sudah mengeluhkan permintaan dari luar daerah menurun karena biaya angkut naik,” ujarnya.

Ia menegaskan, meskipun masyarakat sehari-hari menggunakan rupiah, bukan dolar AS, pelemahan nilai tukar tetap memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi nasional hingga ke tingkat desa.

“Dampaknya memang tidak langsung, tetapi tetap terasa karena sistem produksi dan distribusi Indonesia masih sangat berkaitan dengan impor dan harga global,” tutupnya.[THQ]

Ekonomi Desa Rupiah Melemah Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSebelum Idul Adha, TPP ASN di Muba Segera Dicairkan
Next Article Suhu Udara di Palembang Diprakirakan Meningkat
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20265 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,915 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,787 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,760 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?