Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Rupiah Melemah, Peternak Ayam di Sumsel Mulai Tertekan: Ongkos Kirim Naik, Permintaan Luar Daerah Turun
Bisnis

Rupiah Melemah, Peternak Ayam di Sumsel Mulai Tertekan: Ongkos Kirim Naik, Permintaan Luar Daerah Turun

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda21/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Fast growing chicken lying at poultry farm for industrial meat production.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memukul sektor riil di Sumatera Selatan. Dampaknya kini dirasakan langsung para pelaku usaha pertanian dan peternakan, terutama peternak ayam dan telur yang mulai menghadapi penurunan permintaan pengiriman ke luar daerah akibat lonjakan biaya distribusi.

Pengamat Ekonomi Sumsel, Sri Rahayu, mengatakan efek melemahnya rupiah tidak hanya terasa di level industri besar, tetapi sudah merembet hingga pelaku usaha di daerah. Salah satu yang paling terasa ialah meningkatnya ongkos logistik yang membuat pasar luar daerah mulai mengurangi permintaan.

“Beberapa peternak ayam di Palembang sudah mengeluhkan permintaan dari luar mulai menurun karena biaya angkut semakin tinggi,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut bukan terjadi karena kebutuhan masyarakat berkurang, melainkan karena biaya distribusi yang semakin mahal membuat pasar melakukan pembatasan pembelian. Dampak pelemahan rupiah disebut menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Walaupun transaksi sehari-hari memakai rupiah, pelemahan dolar tetap berdampak pada harga barang, distribusi, hingga daya beli masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, sektor pertanian justru masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumsel. Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah Sumsel, Bambang Pramono, menyebut sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengungkapkan produksi padi Sumsel sepanjang 2025 mencapai 3,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,91 juta ton GKG.

“Kenaikan produksi ini didorong perluasan lahan sawah yang terus dikembangkan pemerintah,” kata Bambang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, luas baku sawah meningkat dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare. Dengan potensi tersebut, Sumsel diyakini mampu meningkatkan produksi hingga 5 juta ton GKG dan berpeluang masuk dua besar lumbung pangan nasional.

Namun di tengah optimisme sektor pangan, dunia usaha tetap dibayangi tekanan kurs dolar. Ketua APINDO Kota Palembang, Gordon Butar Butar, menilai pelemahan rupiah memberi dampak langsung terhadap biaya produksi karena banyak sektor industri masih bergantung pada bahan baku impor.

“Setiap barang pasti akan menyesuaikan harga terbaru. Ini menjadi tekanan bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret menjaga stabilitas rupiah agar beban dunia usaha tidak semakin berat.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan intervensi terhadap dampak pelemahan rupiah supaya dunia usaha tetap bisa bertahan,” tandasnya.[THQ]

 

 

Peternak Ayam Rupiah Melemah Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGideon Tengker Sebut Nomornya Diblokir Nagita dan Caca
Next Article Anime Hell Mode Season 2 Bakal Tayang Perdana Juli 2026
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,895 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,768 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,740 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?