RELUNG.ID – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034 bukan hanya menjadi dorongan utama untuk pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara besar-besaran, tetapi juga diproyeksikan menciptakan 1,7 juta lapangan kerja di Indonesia.
Sebanyak 760 ribu lapangan pekerjaan atau sekitar 91 persen di antaranya merupakan green jobs yang berbasis pada pembangkit listrik energi bersih.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa dari total 1,7 juta tenaga kerja yang akan terserap, sebanyak 836.696 orang akan bekerja di sektor pembangkitan listrik, sementara 881 ribu lainnya akan berada di sektor transmisi, gardu induk, dan distribusi.
“Penyerapan tenaga kerja RUPTL ini kurang lebih sekitar 1,7 juta. Supaya Indonesia terang-benderang ini. 1,7 juta tenaga kerja yang mencakup kebutuhan industri, manufaktur, konstruksi, operasi dan pembinaan untuk pembangkit sebesar 836.696,” jelas Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/1/2025).
Dari sektor pembangkitan listrik berbasis EBT, tenaga kerja yang diserap berasal dari berbagai jenis pembangkit. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi yang terbesar dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 348.057 orang.
Diikuti oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air/Mini Hidro (PLTA/M) sebanyak 129.759 orang, PLTA Pump Storage (94.195), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 58.938, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 42.700 tenaga kerja.
Selain itu, sektor energi baru seperti sistem penyimpanan energi baterai juga diperkirakan menyerap 68.193 tenaga kerja. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan Biogas (PLTBg) masing-masing menyerap 7.197 dan 1.481 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) 2.429, dan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) sebanyak 341 tenaga kerja.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menambahkan bahwa RUPTL ini tidak hanya bertujuan menjamin keandalan energi nasional dan mendukung target Net Zero Emissions, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi penting yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selaras dengan visi Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi bagi seluruh masyarakat, di dalam prosesnya akan terjadi penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, penurunan kelaparan, membuka kawasan-kawasan industri dan ekonomi baru. Sehingga tercipta kesejahteraan rakyat di seantero Indonesia. PLN siap menjalankan tugas ini sebaik-baiknya,” tutup Darmawan. (CKM)

