RELUNG.ID – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Selatan (Sumsel) belum menunjukkan pemulihan penuh, meskipun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang kembali melayani penerbangan internasional tahun ini. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat adanya perlambatan arus wisatawan yang masuk pada Oktober 2025.
Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto mengungkapkan, jumlah wisman yang datang pada Oktober hanya 834 orang, turun 10,61% dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas pengunjung masih didominasi turis asal Malaysia dengan kontribusi 58,03%, disusul Tiongkok (14,03%), Thailand (3,36%), dan India (1,20%).
Menurut Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Eva Daniati, tren kunjungan wisatawan mancanegara sebenarnya mulai membaik, namun jumlahnya belum dapat disebut signifikan. Penyebab utamanya adalah minimnya rute internasional yang tersedia.
“Untuk saat ini baru ada penerbangan dari dan ke Malaysia. Selama rute internasional masih terbatas, pergerakan wisman juga terhambat,” ujar Eva.
Dia menambahkan, peningkatan kunjungan pada Agustus–September lebih disebabkan oleh kehadiran ribuan personel militer asing yang mengikuti latihan gabungan TNI dengan tentara Amerika dan Australia, bukan dari sektor wisata murni.
Meski grafik kunjungan menurun pada Oktober, potensi kebangkitan pariwisata Sumsel dinilai masih terbuka lebar. Salah satunya lewat rencana pembukaan rute internasional Palembang–Singapura yang dijadwalkan dimulai awal tahun mendatang.
Eva optimistis konektivitas baru tersebut dapat menjadi “pintu kedua” bagi wisman menuju Sumsel, terutama karena Singapura merupakan hub besar yang menghubungkan banyak negara.
“Dengan adanya rute Singapura, peluang wisatawan dari berbagai negara masuk ke Sumsel lebih besar. Kita berharap ini menjadi titik balik pemulihan kunjungan wisman,” jelasnya.[THQ]

