RELUNG.ID – Aksi tawuran brutal yang semakin meresahkan di wilayah Sumatera Utara kembali memakan korban. Kali ini, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, menjadi sasaran serangan sadis saat tengah mengamankan sebuah tawuran.
Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (3/5/2025) dini hari, saat Kapolres melintas di Tol Belmera, Medan, setelah memimpin apel pengamanan tawuran yang melibatkan dua kelompok pemuda di kawasan Belawan.
Sekelompok pemuda bersenjata tajam secara brutal menghadang mobil dinas Kapolres, melempar batu, petasan roket, dan bahkan mengejar kendaraan dinas polisi. Dengan keterampilan yang dimiliki para pelaku, mereka mengayunkan kelewang ke arah Kapolres, namun beruntung serangan itu berhasil dihindari dan hanya mengenai mobil dinas.
Merasa terancam, Kapolres yang berada dalam kondisi membahayakan jiwa, terpaksa melepaskan tembakan peringatan. Namun, karena serangan terus berlanjut, dua pelaku terkena peluru di kaki.
“Saya terpaksa menembak untuk mempertahankan diri, ini sudah bukan tawuran biasa, ini penyerangan terhadap simbol negara,” ujar Kapolres, dengan tegas.
Dalam pengejaran yang dilakukan setelah insiden itu, polisi berhasil mengamankan 22 orang pelaku, dengan 14 di antaranya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis ganja.
Peristiwa yang terjadi di Tol Belmera ini merupakan puncak dari serangkaian aksi tawuran yang kian brutal di wilayah Medan.
Sebelumnya, pada Jumat (2/5/2025), seorang remaja berinisial F (17) meninggal dunia akibat luka bacok dalam tawuran yang terjadi di Jalan Karya Bakti Gang Tawon, Kelurahan Tanjung Mulia. Polisi dengan cepat merespons dan berhasil menangkap tujuh pelaku dalam waktu 1,5 jam setelah kejadian.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap siapa saja yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Kami tidak akan mundur menghadapi pelaku yang mengancam keselamatan publik dan aparat. Kawasan Pelabuhan Belawan harus bersih dari premanisme dan aksi brutal,” tegasnya.
Sementara itu, dua pelaku yang diduga terkena peluru, MS (15) dan B (15), kini tengah mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara. Polisi kini masih memburu para pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi tawuran mematikan yang meresahkan warga Medan.
Polres Pelabuhan Belawan juga tengah memperkuat pengamanan dan terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat serta aparat keamanan lainnya untuk menanggulangi aksi tawuran dan kejahatan di wilayah tersebut.
“Tindakan tegas akan kami ambil untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Pelabuhan Belawan,” pungkas Kapolres. (KPB)

