RELUNG.ID – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) III Palembang memperketat pengamanan jalur kereta.
Hal ini menyusul potensi cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
“Ada 36 personel ekstra yang disiagakan untuk menjaga dan mengamankan 17 titik Daerah Penangangan Khusus (Dapsus) selama masa angkutan Nataru,” kata Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, Jumat (5/12/2025).
Dia menegaskan keselamatan adalah prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi kereta api, apalagi saat curah hujan meningkat dan potensi gangguan prasarana semakin tinggi.
“Cuaca ekstrem bukan sekadar ancaman teknis, tetapi faktor risiko serius terhadap stabilitas jalur kereta api. Karena itu, KAI Divre III Palembang menjalankan pola operasi siaga dengan memperkuat penjagaan jalur. Setiap titik rawan dan pergerakan tanah kami pantau, dan setiap potensi ancaman direspon cepat,” tegas Aida.
Ia menambahkan bahwa penyiagaan personel tambahan di lapangan menjadi benteng pertama untuk memastikan seluruh perjalanan KA berada dalam kondisi aman.
KAI Divre III Palembang mengatakan, terdapat 17 titik yang harus diawasi terus-menerus selama masa Nataru dengan kategori kerawanan berbeda, mulai dari 10 daerah tanah labil, 3 daerah rawan longsor, hingga 4 daerah Bangunan Hikmat (BH) atau jembatan rawan.
Seluruh titik tersebut berada dalam mode pengawasan 24 jam, terutama saat curah hujan tinggi yang dapat mempengaruhi stabilitas jalur, struktur jembatan, dan kondisi geoteknik.
“Satu perubahan kecil di struktur tanah bisa berdampak besar pada keselamatan perjalanan kereta api. Karena itu, setiap titik kami perlakukan sebagai area kritis yang memerlukan respons cepat dan presisi,” pungkasnya. (ril)

