Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Sambut Usia ke-9, Kawan Lamo Galo Gelar Reuni Musisi dan Siapkan Program Big Bang Indonesia
Lifestyle

Sambut Usia ke-9, Kawan Lamo Galo Gelar Reuni Musisi dan Siapkan Program Big Bang Indonesia

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda24/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Menjadi salah satu komunitas musisi dan seniman di Sumatera Selatan (Sumsel), kini Yayasan Kawan Lamo Galo akan menginjakkan kaki ke umur 9 tahun.

Jelang acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9, Yayasan Kawan Lamo Galo mempersiapkan serangkaian event hingga perhelatan acara inti bertajuk ‘Kawan Lamo Part 5 + 9 Tahun Kawan Lamo’. Puncak event tersebut akan digelar pada tanggal 9 September 2026 mendatang.

Fitriansyah Sutrisno, Ketua Yayasan Kawan Lamo Galo berkata, untuk rangkaian perayaan HUT ke-9, Yayasan Kawan Lamo Galo menggelar konsep reuni dan jamming, yang dimulai pada Sabtu (20/6/2026) malam di GenZ kafe di kawasan Celentang Palembang.

Reuni dan Jamming tersebut diisi oleh para musisi dan aktivis dari berbagai komunitas di Kota Palembang Sumsel, dengan membawakan lagu-lagu era 90’an. Suasana pun semakin meriah, ketika lagu-lagu lawas yang dibawakan sukses membawa para pengunjung mengenang masa indah di masa lalu.

“Kita berkumpul bareng kawan-kawan musisi Sumsel, aktivis dan media. Acaranya mengusung lagu-lagu tahun 90-an, buat kenangan dan silaturahmi,” ujar Mpit, sapaan akrabnya, Rabu (24/6/2026).

Para komunitas yang turut terlibat yakni Dewan Kesenian Sumsel (DKSS), Dewan Kesenian Palembang (DKP), Jaringan Kebudayaan (Jaker) Sumsel, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Palembang, Orang Indonesia (OI), Pal-7, RockIN 12, Gencar dan Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel.

Lalu ada Jamers, Kawali, KKPP, RMK, Musi Lady Rock (MLR) yang merupakan komunitas rockers wanita di Sumsel, Cermin Kota, RDP Center, Slankers, Petanesia Sumsel, Kobar 9, Nick Fams, Gong Sriwijaya, IBF Chater Sumsel, PGK Sumsel dan lainnya.

Selai reuni, Yayasan Kawan Lamo Galo juga menyiapkan program besar yakni Bikin Gede Bangsa (Big Bang) Indonesia, yang akan melibatkan para pelajar SMA dan SMK se-Sumsel, untuk berkarya tentang Indonesia.

“Karya mereka rencananya akan disebarluaskan ke seluruh duta besar RI yang bekerjasama juga dengan Gong Sriwijaya,” ungkapnya.

Yayasan Kawan Lamo Galo sendiri terbentuk berawal dari komunikasi yang terjalin antara pertemanan para musisi di Sumsel. Berawal dari chatting di Facebook yang diinisiasi oleh Acan Jabaudin, Dedy vokal, Sepnaldi, Yudhi, Montana, Gatot Steel, Adek Steel, Mpit dan lainnya.

Dari gabungan anak seni Sriwijaya, pertemuan tersebut berkembang menjadi rumah bagi seniman, musisi, media, pengusaha, aktivis hingga para penikmat seni. Yang semuanya, lanjut Mpit, peduli akan seni budaya yang tergabung di Yayasan Kawan Lamo Galo.

Akhirnya Yayasan Kawan Lamo Galo resmi didirikan pada tahun 2017, yang berfokus pada pendidikan seni, sosial dan budaya. Setiap tahunnya, Yayasan Kawan Lamo Galo rutin menggelar berbagai event pentas seni.

Mulai dari Part 1 hingga Part 4 di tahun lalu yang menjadi puncak HUT ke-8 Yayasan Kawan Lamo Galo di Lawang Borotan Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, dengan konsep ‘Parade Bunyian’.

“Istana bukanlah akhir tapi awal dari perubahan. Semangat itu juga yang kami bawa. Dari komunitas, kita bangun budaya dan pendidikan untuk Indonesia lebih maju lagi,” ungkapnya. [THQ]

Palembang Seniman Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRibuan Butir Ekstasi dan Ratusan Pieces Etomidate Gagal Diselundupkan ke Pulau Jawa, Dua Warga Sumut Ditangkap
Next Article Debarkasi Palembang Tuntas, 6.984 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,902 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,775 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,747 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?