RELUNG.ID – Samsung telah resmi bergabung dengan inisiatif 6G Princeton sebagai anggota pendiri.
Hal ini mengukuhkan posisinya dalam mengembangkan teknologi jaringan generasi berikutnya.
Langkah ini mengikuti jejak kesuksesan Samsung dalam merilis ponsel 5G pertama pada tahun 2019 dan konsistensi dalam menghadirkan inovasi di ranah konektivitas nirkabel.
Melalui cabang Samsung Research America, perusahaan tersebut akan berkolaborasi dengan Princeton University serta afiliasi lainnya seperti Ericsson, Intel, MediaTek, Nokia Bell Labs, Qualcomm, dan Vodafone.
Tujuannya adalah untuk mengubah penelitian akademis menjadi produk dunia nyata, serta mendorong kerja sama dengan para pembuat kebijakan untuk membentuk hukum dan peraturan terkait aplikasi masa depan yang dimungkinkan oleh 6G.
Dekan Fakultas Teknik dan Sains Terapan Princeton, Andrea Goldsmith menyatakan, program NextG ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi yang mendalam seputar teknologi nirkabel, serta kebijakan, yang diperlukan untuk mendorong inovasi yang berarti dan kepemimpinan global di era perubahan yang cepat.
“Inisiatif NextG ini mengeksplorasi perkembangan baru dalam jaringan cloud dan edge, penginderaan cerdas, dan ketahanan jaringan,” katanya.
Meskipun komersialisasi 6G diprediksi masih beberapa tahun lagi, Samsung dan para mitra percaya bahwa kerja keras saat ini akan membawa hasil pada masa depan, dengan aplikasi komersial pertama 6G yang mungkin tiba pada tahun 2028, diikuti oleh komersialisasi massal pada tahun 2030.
Teknologi jaringan baru ini diharapkan memberikan kecepatan data puncak 1.000Gbps dan latensi kurang dari 100 mikrodetik.

