RELUNG.ID – BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kantor Wilayah Sumbagsel bersama Santripreneur Indonesia menggelar sosialisasi dan aktivasi perlindungan jaminan sosial bagi pelaku UMKM serta pekerja sektor informal di Sumatera Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Ponpes Aulia Cendikia Palembang ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi risiko ekonomi melalui program jaminan sosial negara.
Ketua Dewan Pembina Santripreneur Indonesia, KH Ahmad Sugeng Utomo atau Gus Ut, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, jaminan sosial menjadi solusi bagi pengusaha santri dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja.
“Negara hadir memberikan kenyamanan melalui BPJS. Ketika masyarakat dan pengusaha memahami manfaatnya, mereka tidak akan merasa terbebani jika terjadi risiko kerja, karena negara yang menjamin,” ujar Gus Ut, Kamis (14/5/2026).
Mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Staf Ahli Gubernur menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Santripreneur Indonesia sebagai langkah nyata memperluas perlindungan sosial bagi pelaku UMKM di Sumsel.
Saat ini tercatat sekitar 879 ribu pelaku UMKM di Sumatera Selatan, dengan sekitar 400 ribu berada di Kota Palembang. Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus mendorong pekerja informal seperti guru ngaji, petani, nelayan, hingga pekerja keagamaan agar mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Muhyidin, mengungkapkan bahwa baru sekitar 25 persen atau 1.091.000 dari total 4 juta pekerja di Sumatera Selatan yang telah terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan cakupan kepesertaan meningkat hingga 45 persen pada tahun 2026.
“Fokus kami saat ini adalah ekosistem rumah ibadah dan UMKM. Melalui edukasi di lingkungan pesantren, kami optimistis target perlindungan bagi pekerja mandiri dapat tercapai dengan semangat gotong royong,” tutup Muhyidin.[THQ]

