Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Sarat Transaksional Kotak Kosong Ancam Pilkada di Sumsel
Indeks

Sarat Transaksional Kotak Kosong Ancam Pilkada di Sumsel

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda08/08/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Empat daerah di Sumatra Selatan (Sumsel) terancam menghadapi fenomena “kotak kosong” dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Kondisi ini muncul akibat mayoritas partai politik memilih untuk mengusung calon petahana dan keluarga mantan kepala daerah, mengakibatkan kurangnya alternatif bagi pemilih.

Bagindo Togar, seorang pengamat politik di Sumsel, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini. Menurutnya, ada dua sisi dari fenomena kotak kosong ini. Di satu sisi, hal tersebut bisa dianggap positif jika parpol mendukung petahana berdasarkan prestasi dan kinerja yang baik. Namun, sisi negatifnya adalah fenomena ini dapat mencederai sistem kompetisi dalam demokrasi dan merugikan masyarakat.

“Kalau kotak kosong terjadi karena prestasi petahana, itu bisa dimaklumi. Namun, jika hal ini terjadi karena adanya sistem transaksional parpol yang bukan karena prestasi, maka ini akan berdampak buruk bagi masyarakat,” ungkap Bagindo Togar, Kamis (8/8/2024).

Empat daerah yang terancam menghadapi kotak kosong dalam Pilkada 2024 adalah Musi Banyuasin (Muba), Musi Rawas (Mura), Empat Lawang, dan Ogan Ilir (OI). Bagindo menyoroti bahwa fenomena kotak kosong ini rentan terjadi karena peran kekuatan modal dan kepentingan elite politik lokal.

Bagindo menambahkan bahwa popularitas dan hasil survei juga mempengaruhi kondisi kotak kosong ini. Banyak politisi berlomba-lomba menampilkan citra diri sebagai sosok yang merakyat demi menarik simpati publik, alih-alih menawarkan gagasan yang substantif kepada masyarakat.

“Beberapa indikator yang digunakan saat ini dalam sistem politik di Indonesia adalah isi tas (modal), elektabilitas, dan integritas. Seharusnya, integritaslah yang menjadi patokan utama dalam memilih kepala daerah, bukan sekadar isi tas,” jelas Bagindo.

Sikap partai politik yang cenderung dinamis dan menerima sistem transaksional ini dianggap berbahaya bagi sistem demokrasi. Bagindo menilai bahwa hal ini akan merugikan kader partai yang telah ditempa melalui proses pengkaderan, dan pada akhirnya, akan meminggirkan kader-kader potensial yang siap memimpin.

“Penggunaan modal dalam politik ini akan meminggirkan kader yang berpotensi. Pada akhirnya, masyarakat hanya akan ditawarkan calon pemimpin yang secara intelektual kurang memadai,” tambahnya.

Bagindo juga menyoroti bahwa kondisi ini semakin memperlihatkan bahwa elit parpol terjebak dalam sistem “makelar politik,” di mana bahkan narapidana korupsi bisa mengumpulkan hampir seluruh parpol untuk mendukungnya.

“Ini menunjukkan betapa rusaknya sistem politik kita, hingga narapidana korupsi bisa mengkondisikan hampir seluruh parpol untuk mendukungnya,” ungkap Bagindo.

Fenomena kotak kosong di Sumsel menjadi sorotan, terutama karena tiga calon kepala daerah petahana—Joncik Muhammad-A Rifai di Empat Lawang, Panca Wijaya Akbar-Ardani di Ogan Ilir, dan Ratna-Suprayitno di Musi Rawas—diperkirakan akan menghadapi kotak kosong setelah mendapatkan dukungan mayoritas parpol. Pasangan lainnya, Lucyanti-Syafaruddin di Musi Banyuasin, juga panen dukungan dari parpol.

“Seharusnya, parpol mendorong munculnya calon lain agar kompetisi dalam Pilkada menjadi lebih sehat,” tutup Bagindo.[AYK]

Kotak Kosong Pilkada Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDukung Mantan Napi Korupsi, Massa Tagih Komitmen Prabowo di DPP Gerindra Jakarta
Next Article Kasus Kematian Tahanan Kembali Terjadi di Rutan Klas 1 Pakjo Palembang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,757 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?