RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk bulan Agustus.
Dari prakiraan cuaca tersebut, BMKG memprakirakan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang terjadi di Sumsel selama dasarian Agustus.
Dari data tersebut, diketahui Kabupaten OKI menjadi daerah yang paling banyak HTH di Sumsel.
Baca Juga: Ini 6 Zodiak Memiliki Pribadi yang Menawan dan Memikat
Dikutip dari keterangan resmi BMKG, untuk daerah HTH paling pendek atau sekitar 1 sampai 5 hari yaitu di wilayah Palembang, Musi Rawas, OKU Timur, Lahat, OKU Selatan, OKU Timur, Muara Enim, Prabumulih, PALI, OKI, Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).
Sedangkan, untuk daerah yang HTH pendek atau sekitar 6 hingga 10 hari, sebagian Lahat, Empat Lawang, Pagar Alam, OI, sebagian kecil, OKU, OKU Selatan Prabumulih, PALI, Musi Rawas, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Lalu untuk daerah HTH menengah atau sekitar 11 sampai 20 hari yaitu, di sebagian OKI, sebagian OI, sebagian Lahat, sebagian kecil OKU Timur, OKU, OKU Selatan, Pagar Alam, Muara Enim, PALI, Banyuasin dan Musi Banyuasin.
Baca Juga: Ini 4 Alasan Libra Cocok Jadi Teman yang Baik
Untuk HTH terpanjang atau sekitar 21 hingga 30 hari yaitu sebagian kecil kabupaten OKI.
BMKG juga mengeluarkan prakiraan curah hujan pada Dasarian III Agustus. Dimana, hampir seluruh wilayah di Sumsel diprakirakan curah hujannya rendah yaitu 0 hingga 50 milimeter.
Karena itu, BMKG mengimbau Sumsel pada umumnya telah memasuki musim kemarau. Sehingga, curah hujan diprakirakan mengalami penurunan.
Seiring dengan penurunan curah hujan, potensi Titik Panas (Hotspot) di wilayah Sumsel semakin meningkat.
Baca Juga: Kebanyakan Onani! Ini 6 Dampak Buruknya
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap dampak yang dapat timbul selama musim kemarau, bijak dalam menggunakan air bersih, serta selalu menjaga lingkungan dari potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

