Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Sederet Fakta Kredit Sindikasi BSB yang Diduga Bermasalah, Dinilai Tak Punya Ikatan Emosional Untuk Membangun Sumsel
Liputan Khusus

Sederet Fakta Kredit Sindikasi BSB yang Diduga Bermasalah, Dinilai Tak Punya Ikatan Emosional Untuk Membangun Sumsel

ADMINBy ADMIN24/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gedung Bank Sumsel Babel. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Mencuatnya dugaan kredit sindikasi fiktif Bank Sumselbabel, menguak fakta lain operasional perusahaan yang memiliki motto mitra anda membangun daerah ini.

Koordinator K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan yang dibincangi Kantor Berita RMOLSumsel mengatakan setidaknya terdapat lima catatan penting terkait bank yang sebelumnya juga sempat dihempas isu manipulasi hasil RUPS ini.

Pertama, kredit sindikasi yang diberikan sejak beberapa tahun terakhir ke luar daerah Sumsel dan Babel justru kontraproduktif dengan tagline yang dimiliki. Kredit sindikasi yang sebelumnya diakui oleh BSB mencapai Rp3,2 Triliun yang telah diberitakan sebelumnya itu bahkan diduga Feri lebih besar, mencapai Rp 5 Triliun.

BSB menurut Feri seharusnya hadir untuk lebih dulu memajukan dan berkontribusi dalam kemajuan daerah sendiri, sebelum kemudian melakukan ekspansi ke daerah lain. Hal ini menunjukkan, secara tidak langsung, BSB juga dinilainya tidak mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Pada kenyataannya, dukungan terhadap daerah lain itu bermasalah, terindikasi fiktif,” ungkapnya. Terlebih BSB sudah cukup akrab dengan permasalahan kredit fiktif.

Kedua, dana kredit sindikasi yang digelontorkan oleh BSB itu menurut Feri adalah dana yang diperoleh dari masyarakat Sumsel dan Babel. Berdasarkan informasi, sampai tengah tahun 2023, dana pemerintah Sumsel dan Babel yang ditempatkan di BSB sebesar Rp7,7 Triliun, sementara dana milik masyarakat yang ditempatkan sebesar Rp19 Triliun.

“Sehingga sudah menjadi tanggung jawab dari BSB untuk memajukan daerahnya (Sumsel dan Babel) terlebih dulu,” katanya.

Terlebih jika melihat porsi kredit yang diberikan oleh BSB di waktu yang sama, kredit sindikasi sudah mendapatkan porsi yang lebih besar daripada kredit UMKM. BSB diketahui telah menyalurkan lebih dari Rp22,8 triliun kredit yang terdiri dari Rp15,5 triliun Kredit produktif dan Rp7,5 triliun Kredit Produktif.

Kredit produktif itu dirincikan Rp3 triliun untuk kredit ritel dan Rp3,7 triliun untuk kredit sindikasi. Hal ini menjelaskan bahwa pemberian kredit sindikasi itu tidak sesuai dengan misi BSB untuk memajukan dan mengutamakan UMKM.

“Asumsinya kalau kredit triliunan itu dibagikan kepada UMKM, dengan minimal kredit 100 juta saja, maka sudah puluhan ribu UMKM di Sumsel dan Babel yang bisa hidup. Artinya ini hanya kepentingan korporasi besar dan mungkin saja kami duga oknumpejabat di lingkungan BSB,” jelas Feri.

Selanjutnya menurut Feri adalah mengenai resiko kerugian bank ditambah dengan jangka waktu pemberian kredit yang sangat panjang. Misalnya, bunga kredit sindikasi ini bervariasi antara 3,5%, 4,5%, 5,5%, 6,5%, 7,7%, 9,5%, 10,5% per tahun dan paling tinggi 12,5% per tahun. Sementara bunga kreclit kepada nasabah kredit biasa diketahui sebesar 6% dan 13% per tahun.

“Apabila selisih bunga rata rata sekitar 3 persen itu dikaitkan dengan plafond kredit sindikasi sebesar Rp5 triliun berarti terdapat potensi kerugian bank sebesar 3 persen dikali Rp5 triliun, artinya Rp150 miliar per tahun,” jelas Feri.

Itupun belum ditambah dengan jangka waktu jatuh tempo kredit yang diantaranya mencapai tahun 2037 atau 14 tahun lagi. Sehingga BSB dinilai tidak melakukan kajian dan analisis terhadap perkembangan ekonomi regional dan nasional untuk pemberian kredit bernilai triliunan ini.

Profil Direktur Utama dan Direktur Bisnis Bank Sumse Babel.

Feri mewajarkan hal ini, sebab menurutnya tidak ada sama sekali keterikatan antara Direktur Utama BSB saat ini, Ahmad Syamsudin dengan Sumsel. Pria kelahiran Jakarta ini besar di Bank Mandiri sebelum kemudian menangani bank milik pemprov Sumsel dan Babel.

“Begitupun Direktur Bisnis yang sama sekali bukan orang Sumsel, sehingga wajar pengembangan selalu ke luar daerah. Mereka ini tidak punya keterikatan emosional untuk membangun Sumsel,” jelasnya. Hal inilah yang menurut Feri menjadi kesimpulan dalam permasalahan operasional BSB. Diluar dugaan kongkalikong untuk menguntungkan orang atau kelompok tertentu saja.

“Buktinya komisaris juga tidak bertindak atau mengingatkan dalam hal ini. Permasalahan di BSB ini juga harusnya sudah ditindaklanjuti OJK dan pihak berwenang. Kalau seperti ini terus dan dibiarkan terus, tentu kita sebagai warga Sumsel dan Babel tersakiti, karena bank milik kita dikelola oleh orang yang tidak berniat memajukan daerah kita sendiri,” ungkap Feri. (tim)

Bank Sumsel Babel Kredit Fiktif BSB Kredit Macet Kredit Sindikasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDugaan Manipulasi RUPS Bank Sumselbabel, K-MAKI: Setop dan Evaluasi Seluruh Kebijakan
Next Article PP Palembang-Jakarta Pake Garuda Indonesia Cuma Rp1,1 Jutaan, Catat Jadwal Promonya Ini
ADMIN

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202613 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Regional

Kejari Pagar Alam Dalami Dugaan Korupsi KUR BSB, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

11/09/20269 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,973 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,844 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,817 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?