RELUNG.ID – Para peternak kerbau di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dibuat khawatir.
Hal ini dikarenakan puluhan kerbau mereka mati mendadak. Belum diketahui penyebab kematian puluhan kerbau tersebut.
Akibat puluhan kerbau mereka mati, para peternak pun harus mengalami kerugian hingga puluhan juta.
Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Dunia Tiba-tiba Tarik Pajak Besar kepada Kerajaan di One Piece
Salah satu peternak, Bakar (54) mengatakan, kematian mendadak kerbau ini telah terjadi sejak satu pekan terakhir.
Bahkan, sudah ada puluhan kerbau dengan gejalan yang sama ditemukan mati.
“Penyakitnya cepat sekali menyebar,” katanya.
Baca Juga: Kenapa Kuma Kabur dari Markas Pasukan Revolusioner, Ini Jawabannya
Dia mengaku belum mengetahui penyakit tersebut. Semula, para peternak pun mengira kerbau yang mati ini hanya sakit biasa.
Karena sebelum mati, kerbau ini sempat mengorok. Namun, besoknya kerbau ini ditemukan sudah tewas.
“Untuk mencegag penularan penyakit ini, saya langsung membersihkan kandang dan memisahkan kerbau yang sakit agar tidak tertular,” pungkasnya.
Baca Juga: Ini Cerita Kelanjutan Kuma Setelah Diselamatkan dari Marijoa
Kematian puluhan kerbau di Desa Rantau Kadam ini dibenarkan juga oleh Kepala Desa setempat, Indra.
Dia mengatakanm berdasarkan data setidaknya ada 30 ekor kerbau milik peternak yang mati mendadak. Bahkan, dalam sehari kerbau yang mati ini mencapai 12 ekor.
“Kerbau yang mati ini ditemukan ditempat terpisah di Desa Rantau Kadam,” pungkasnya.
Atas fenomena ini, pihaknya sudah melaporkannya ke pemerintahan setempat agar segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Aktor Creed 3 Michael B Jordan Ternyata Pecinta Anime! Nongkrong Bareng Naruto saat Tur ke Jepang
Sehingga, tidak ada lagi kerbau yang mati di wilayah tersebut. “Kami masih menunggu hasilnya dari Dinas peternakan,” katanya.
Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri Siswani mengaku, telah menerjukan tim ke lokasi.
Hal ini untuk mengambil sampel dari puluhan kerbau yang mati mendadak tersebut.
“Sekarang sampelnya masih diteliti, jadi kami belum bisa mengetahui penyebab kematian kerbau ini karena apa,” pungkasnya.

