RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang menaruh perhatian serius pada kondisi infrastruktur sekolah yang masih memprihatinkan. Sepanjang 2026, perbaikan bangunan sekolah rusak ditargetkan menjadi agenda utama, seiring sektor pendidikan yang kembali ditempatkan sebagai prioritas pembangunan daerah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan, peningkatan kualitas sarana pendidikan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Tahun 2026 pendidikan tetap menjadi fokus utama. Lingkungan belajar yang layak adalah syarat dasar menciptakan generasi berkualitas,” ujar Ratu Dewa dalam keterangan resmi, Sabtu (3/1/2026).
Data Dinas Pendidikan Kota Palembang menunjukkan masih banyak sekolah yang membutuhkan sentuhan serius. Sekitar 35 persen bangunan sekolah dasar (SD) dan 30 persen sekolah menengah pertama (SMP) dilaporkan mengalami kerusakan, baik pada struktur bangunan maupun fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Kondisi tersebut mendorong Pemkot Palembang menyiapkan skema pendanaan berlapis. Renovasi dan rehabilitasi sekolah akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026–2027, serta dikombinasikan dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Perbaikan sekolah akan kita kejar dengan memanfaatkan APBD dan bantuan pusat agar target penyelesaian bisa tercapai,” jelas Ratu Dewa.
Tak hanya fokus pada fisik bangunan, Pemkot Palembang juga memastikan program pendukung pendidikan tetap berjalan. Salah satunya adalah Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak.
Saat ini, Palembang telah memiliki sekitar 136 dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang melayani ribuan siswa. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah agar seluruh sasaran penerima dapat terjangkau.
“Kualitas pendidikan bukan hanya soal gedung, tetapi juga asupan gizi dan kesejahteraan siswa. Semua itu harus berjalan beriringan,” katanya.[THQ]

