Sekolah Tunanetra Salama yang berada di luar Ibukota Uganda, Kampala yang dibuat oleh Komunitas pedesaan terbakar. Akibatnya, 11 orang tewas termasuk anak-anak.
Dilansir dari APNews, Seorang pejabat polisi, Luke Owoyesigire mengatakan insiden semalam terjadi di sebuah sekolah tunanetra di distrik Mukono, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan enam orang lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
Belum diketahui apa penyebab terbakarnya Sekolah Tunanetra Salama.
Fatuma Ndisaba, seorang pejabat tinggi di Mukono, mengatakan kepada penyiar lokal NTV bahwa para korban, termasuk anak-anak berusia antara 7 dan 10 tahun, dibakar tanpa bisa dikenali. Dengan dukungan keluarga, kata dia, jenazah korban akan diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
Insiden kebakaran di sekolah telah menjadi perhatian bagi pejabat pendidikan di negara Afrika Timur di mana ruang kelas dan asrama sering penuh sesak. Biasanya tidak ada peralatan pemadam kebakaran, dan petugas terkadang menyalahkan insiden pada sambungan listrik yang buruk.
Dua asrama di sebuah pondok pesantren terkemuka di Kampala hancur dalam insiden terpisah pada tahun 2020. Tidak ada yang terluka. Pada tahun 2008, 19 siswa sekolah dasar tewas dalam kebakaran malam hari di sebuah sekolah asrama.

