RELUNG.ID — Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan ekspor atau pengiriman komoditas ke negara tujuan secara umum. Namun, sektor pertanian muncul sebagai pengecualian yang mengalami kenaikan dalam penghitungan bulan sebelumnya.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, sektor pertanian menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan secara bulanan.
Hal ini didorong oleh peningkatan pengiriman buah-buahan dan ikan hasil budidaya ke beberapa negara tujuan, termasuk Jepang, China, dan Amerika, dengan jenis ikan air tawar menjadi yang paling banyak dikirim.
Meskipun demikian, Wahyu Yulianto menekankan perlunya antisipasi karena nilai ekspor tiga komoditas unggulan Sumsel terus menurun sejak awal 2024.
Komoditas-komoditas tersebut meliputi batu bara, karet remah, dan pulp (bubur kertas), yang dapat memengaruhi kinerja perekonomian nasional.
Dijelaskan bahwa nilai ekspor Sumsel pada Januari 2024 turun sebesar 28,17 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan komoditas migas dan non-migas, terutama batu bara, lignit, dan bubur kertas.
Berdasarkan data ekspor dari masing-masing sektor, pengiriman komoditas Sumsel ke negara tujuan didominasi oleh sektor industri sebesar 49,7 persen dan tambang sebesar 40,41 persen.
Namun, sektor pertanian berhasil mencatat kenaikan sebesar 16,84 persen secara bulanan, menunjukkan kontribusinya yang signifikan dalam mengimbangi penurunan ekspor secara umum.
Dengan demikian, kinerja ekspor Sumsel tetap menjadi sorotan, dengan sektor pertanian menjadi pendorong kenaikan yang menarik perhatian di tengah-tengah penurunan umum. [RG]

