RELUNG.ID – Musim kemarau yang terjadi di Kota Lubuklinggau saat ini berdampak pada kekeringan lahan hingga mudah terbakar.
Tercatat setidaknya ada enam titik di Lubuklinggau yang mengalami kebakaran lahan dalam dua pekan terakhir.
Keenam titik tersebut tersebar di daerah Petanang Ilir, Sumber Agung dan di Jalan Poros Lingkar Barat.
Kasi Ops Dinas Damkar dan Penanggulangan Bencana kota Lubuklinggau Edwar mengatakan, lokasi yang terbakar tersebut menurutnya sebagian merupakan lahan kosong yang ditumbuhi ilalang kering dan adapula lahan kebun warga. Ia mengungkapkan, rata-rata lahan yang terbakar sekitar 1,2 hektar.
“Kalau ditotal keseluruhan kurang lebih 2,5 hektar,” ujarnya.
Edwar mengaku, penyebab kebakaran lahan tersebut sampai dengan saat ini belum diketahui. Namun pihaknya menduga penyebab kebakaran akibat adanya pembakaran sampah.
“Kalau di depan Jordan karena pembakaran sampah, di jalan poros juga. Karena awalnya ada tumpukan sampah, mungkin dibakar akhirnya merambat,” ungkapnya.
Menurut Edwar, saat ini merupakan musim kemarau dan pihaknya mengingatkan kepada warga untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Kemudian meminta warga yang membakar lahan atau kebun untuk diperhatikan, apabila ditinggalkan supaya dimatikan.
“Diimbau juga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan,” pungkasnya.
Sebab tambah Edwar, ada sejumlah wilayah yang setiap tahunnya di Lubuklinggau rawan terjadi kebakaran lahan. Diantaranya wilayah Lubuklinggau Utara dan Lubuilinggau Selatan yang keduanya memang area kebunnya masih luas. (NSR)

