RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Sumsel mengalami inflasi bulanan (mtm) sebesar 0,37 persen pada periode September 2023.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada bulan Agustus lalu yang mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.
Demikian diakui oleh Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, Rabu (4/10).
Baca Juga: Teror Mother Flame! Kerajaan Alabasta Terancam Hilang
Dia mengatakan, dari 400 komoditas yang dipantau setiap bulannya, 10 diantaranya komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi.
Salah satunya yaitu komoditas beras yang mengalami perubahan harga mencapai 11,96 persen.
“Komoditas ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,4888,” katanya.
Baca Juga: Ini 3 Alasan Im Sama Kejar-kejar Vivi, Ada Hubungannya dengan Luffy
Selain beras, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi yaitu rokok kretek filter.
Dimana, perubahan harga 0,87 persen dengan andil 0,016 dan komoditas daging ayam ras yang mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen dan andil 0,016.
“Untuk komoditas nonmakan penyumbang inflasi tertinggi dari komoditas bensin yang memberikan andil sebesar 0,034,” ujarnya.
Baca Juga: MG Siap Pasarkan Mobil Sport Roadster Listrik dengan Harga Terjangkau
Menurutnya, komoditas beras sebagai penyumbang inflasi tertinggi disebabkan oleh naiknya harga beras sejak satu bulan terakhir.
Berdasarkan hasil pantauan harga di Pasar KM 5 Palembang 2023 per 2 Oktober 2023 harga beras masih tinggi atau berada di atas penetapan harga eceran tertinggi (HET).
“Harga beras masih cukup tinggi, yaitu mulai dari Rp12.000 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.500 per kilogram untuk beras premium,” ungkapnya.
Baca Juga: Keluarga Terpidana Bayar Uang Restitusi Kasus Jurnalis Nurhadi
Untuk inflasi tahunan di Sumsel tercatat yaitu sebesar 2,28 persen atau sama dengan inflasi nasional.
Sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setda Pemprov Sumsel, Hengky Putrawan mengatakan, sebagai salah satu upaya pemerintah dalam menekan kenaikan harga beras adalah dengna memastikan penyaluran beras SPHP tidak terkendala.
Baca Juga: TEORI ONE PIECE: Klan D Berkoalisi, Im Sama Dijamin KO
“Karena beras SPHP bertujuan untuk menstabilkan harga dan menekan laju inflasi. Jadi kita pantau penyalurannya jangan sampai di lapangan terkendala dan ikut mahal,” pungkasnya.

