RELUNG.ID — Meskipun bulan Ramadan telah tiba dan umat Muslim di seluruh dunia tengah beribadah, serangan militer Israel di Jalur Gaza tidak surut. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam pertama Ramadan, 67 warga Palestina telah tewas akibat serangan tersebut.
Laporan Kementerian Kesehatan Gaza tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan, namun menegaskan bahwa perempuan dan anak-anak membentuk dua pertiga dari jumlah korban tewas.
Serangan ini terjadi di tengah bencana kelaparan dan krisis kemanusiaan yang semakin buruk di Gaza, sebagai akibat dari kekejaman Israel.
Meskipun demikian, ratusan warga Palestina melaksanakan salat tarawih di Masjid Al-Aqsa, tempat suci utama di Yerusalem, pada hari pertama bulan puasa. Namun, jamaah yang hadir pada kali ini jauh lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada Senin, pasukan Israel terlihat mengusir beberapa jamaah dari beberapa pintu masuk masjid dengan alasan keamanan yang tidak dijelaskan secara spesifik.
Masjid Al-Aqsa telah lama menjadi pusat konflik dalam perang Israel-Palestina, dan ketegangan meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat kebijakan Israel yang memperbolehkan lebih banyak orang Yahudi mengunjungi kompleks tersebut.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Palestina bahwa Israel bertujuan untuk mengambil alih Yerusalem secara penuh.

