RELUNG.ID — Shin Tae-yong resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari lalu, dengan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert asal Belanda. Meski menerima banyak tawaran melatih dari klub dan negara lain, Shin memilih untuk beristirahat dan tetap fokus pada kontribusinya untuk sepak bola Indonesia.
“Tawaran sangat banyak, tetapi ada masalah yang harus diselesaikan. Jadi, saya belum mengambil keputusan dan ingin istirahat dulu saat ini,” ungkap Shin kepada awak media di Jawa Barat, Ahad (19/1).
Meski tak lagi menjadi pelatih Timnas, Shin Tae-yong memastikan dirinya tetap berkomitmen untuk mendukung perkembangan sepak bola Indonesia, khususnya di level usia dini. Melalui yayasannya, STY Foundation, Shin ingin terus berkontribusi dalam mencetak talenta muda berbakat di Indonesia.
“Saya punya STY Foundation yang fokus pada pembinaan usia dini. Itu artinya saya masih ingin berkontribusi untuk sepak bola Indonesia. Saya berharap pembinaan usia dini di sini semakin berkembang dan semakin baik lagi,” ujar pelatih asal Korea Selatan itu.
Shin Tae-yong mengaku memiliki hubungan emosional yang kuat dengan sepak bola Indonesia dan masyarakatnya. Ia merasa perlu membalas cinta dan dukungan yang telah diberikan kepadanya selama bertugas di Indonesia.
“Saya merasa sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia yang menyukai sepak bola. Saya harus balas budi terhadap cinta ini dengan tetap berkontribusi di bidang sepak bola,” tutup Shin.
Meskipun tak lagi memimpin Timnas, dedikasi Shin Tae-yong untuk sepak bola Indonesia menjadi bukti nyata bahwa perjalanannya bersama Indonesia belum benar-benar berakhir. Keberadaannya di balik pengembangan talenta muda bisa menjadi aset berharga untuk masa depan sepak bola nasional.[TRA]

