RELUNG.ID – Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah cepat usai muncul dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 178 Kalidoni. Program yang baru saja berjalan itu sementara dihentikan untuk keperluan evaluasi menyeluruh.
Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Affan Prapanca, menyebut penyetopan sementara ini merupakan langkah teknis yang tidak bisa dihindari. Tujuannya, agar tidak ada kasus serupa yang merugikan kesehatan siswa.
“Keputusan Wali Kota Palembang untuk mengevaluasi penyedia dapur MBG adalah langkah positif, supaya ke depan pengawasan lebih ketat dan risiko di lapangan bisa ditekan,” kata Affan, Senin (29/9/2025).
Ia mengakui bahwa program MBG masih dalam tahap awal pelaksanaan sehingga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Karena itu, koordinasi dan sinergi antarinstansi disebut menjadi kunci agar distribusi makanan lebih aman.
“Program ini niatnya baik untuk menambah gizi anak, tapi tentu ada pekerjaan rumah besar yang harus kita perbaiki. Atas insiden ini kami mohon maaf, khususnya kepada orang tua dan siswa yang terdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, memastikan investigasi tetap berjalan. Menurutnya, sampel makanan dari dapur penyedia sudah dikirim ke Balai Besar POM untuk pemeriksaan kultur laboratorium.
“Hasilnya baru bisa diketahui 5–7 hari. Sementara itu, puskesmas setiap hari mengambil sampel makanan MBG untuk dipantau,” jelasnya.[THQ]

