RELUNG.ID – Ulah seorang penyewa rumah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, bikin geleng-geleng kepala.
Bukannya membayar uang sewa tepat waktu, pria berinisial MT justru mencopot seluruh bagian rumah yang ia tinggali: atap, kusen, jendela, dan pintu dibongkar habis.
Aksi nekat ini dilakukan terhadap rumah milik Tumpal Simbolon di Dusun XI, Desa Banda Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Tumpal baru menyadari rumahnya digunduli saat datang untuk menagih uang sewa, Rabu (23/7/2025). Bukannya uang, ia justru mendapati bangunan rusak parah, nyaris tak berbentuk rumah.
“Rupanya sudah gundul rumah saya. Diangkati atap, broti, kusen, daun pintu, daun jendela, habis semua,” ujar Tumpal dengan nada geram, Sabtu (26/7), dikutip dari Kompas.com.
Yang lebih menyakitkan, kejadian ini diduga dilakukan saat Tumpal tengah dirundung duka karena anaknya meninggal dunia pada 2 Juli lalu. Ia menduga MT memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksinya.
MT diketahui menempati rumah itu selama 11 tahun sejak 2014, sebelum menjualnya ke Tumpal seharga Rp150 juta pada 30 Juli 2024.
Meski rumah sudah resmi milik Tumpal, MT kemudian menyewa kembali properti tersebut selama setahun dengan nilai kontrak Rp5 juta.
Namun hingga jatuh tempo pada Juli 2025, uang sewa tak kunjung dibayar. Ketika Tumpal kembali pada 23 Juli, bukan hanya penyewa sudah kabur, tapi rumahnya juga nyaris rata tinggal tembok.
“Saya yakin rumah dibongkar waktu saya di Jakarta, lagi ngurus anak saya yang sakit. Pas balik, anak saya sudah meninggal, rumah pun habis dibongkar,” ujarnya.
Tumpal menyatakan sudah berkonsultasi dengan pihak Polsek Percut Sei Tuan dan disarankan segera membuat laporan resmi, termasuk mendata kerugian melalui pemerintah desa.
“Saya masih berduka, tapi pasti saya laporkan. Ini bukan masalah kecil. Ini perusakan properti,” tegasnya.
Aksi MT viral di media sosial. Akun Instagram @tkpmedan mengunggah kondisi rumah yang tampak rusak berat. Warganet ikut geram. “Bukan manusia ini mah,” tulis salah satu komentar. Lainnya menyebut MT tak akan hidup tenang atas ulahnya. (KPB)

