RELUNG.ID – Akagami no Shanks dipastikan tidak membutuhkan poneglyph untuk menuju pulau Raftel dan mendapatkan harta karung One Piece. Lantaran dia mendapatkan bocoran dari sang kapten Gold D Roger saat menjadi kru.
Disinyalir rambut merah memiliki log pose yang ditinggalkan Gold D Roger. Dimana log pose tersebut langsung mengarah ke pulau Raftel pulau terakhir dan menemukan One Piece.
Dalam kilas baliknya sebenarnya Shanks tidak ikut pergi bersama kru ke pulau Raftel karena menemani Buggy yang sakit. Setelah bajak laut Roger kembali dari pulau Raftel kaptennya mendapatkan gelar sebagai Raja bajak laut karena berhasil temukan One Piece dan bisa menaklukkan lautan Grand Line karena bisa mencapai pulau terakhir.
Baca Juga: Ini 7 Buah Iblis Tidak Ngefek Buat Pengguna Haki di One Piece
Selain itu Roger juga memutuskan untuk membubarkan kelompok bajak lautnya dan menyerahkan diri pada Angkatan Laut yang membuat hidupnya berakhir dengan eksekusi mati oleh Angkatan Laut.
Namun sebelum itu Roger sudah memberitahu beberapa orang mengenai harta karun One Piece yang ada di pulau Raftel kepada Shirohige serta Shanks.
Baca Juga: Oda Sensei : Zoro Karakter Terkuat di Alam Semesta One Piece
Dimana sebelum Roger resmi meninggalkan kelompok bajak laut miliknya, dia membicarakan sesuatu hal dengan Shanks. Dimana hal tersebut membuat si Akagami menangis dan hal tersebut dianggap memiliki kaitan dengan harta karun One Piece.
Menurut analisis pribadi Shanks sengaja kesana untuk menunggu Luffy besar dan bisa berangkat bersama-sama. Ada kemungkinan One Piece bisa terbuka harus menunggu seorang sosok yang diceritakan Roger dia terlalu cepat dan sosok itu baru lahir 10 tahun lagi. Dia adalah Monkey D Luffy.
Nah mungkin ciri-ciri yang disebutkan Roger saat itu membuat Shanks mengorbankan nyawa dan memberikan topi milik sang kapten kepada Luffy.
Artinya alasan Shanks belum ke pulau Raftel meskipun sudah mendapatkan log pose yang paling tepat bersama-sama menunggu Luffy. Tentunya saat Luffy benar-benar kuat dan membangkitkan kekuatan sejati Dewa Nika.

