RELUNG.ID – Situasi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) tampaknya menjadi perhatian serius dengan adanya peningkatan jumlah kasus aktif pada Januari 2024, pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel hingga 8 Januari 2024, terdapat 15 kasus aktif di wilayah tersebut. Kota Palembang menjadi fokus utama dengan 10 kasus aktif, termasuk satu meninggal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Yanuar, mengkonfirmasi bahwa orang yang meninggal sebelumnya telah menjalani perawatan di rumah sakit dan memiliki riwayat penyakit lain atau komorbid, yang kemungkinan memperparah kondisinya.
Baca Juga: Kue Delapan Jam dan Maksuba, Kue Basah Khas Palembang dengan Cerita Historis
“Yang meninggal sebelumnya di rawat di RS, karena dia ada komorbid,” kata dia, Kamis (11/1/2024).
Selama periode 1-8 Januari, terdapat tambahan 14 kasus baru, sementara satu kasus sebelumnya masih belum sembuh, menjadikan total 15 kasus aktif. Selain Palembang, kasus aktif juga terdistribusi di beberapa wilayah lainnya, seperti Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Ogan Ilir (OI), dan Prabumulih.
“Kami minta masyarakat waspada dan selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan menggunakan masker kalau di luar ruangan atau tempat umum, demi mencegah penularan terutama bagi kelompok yang beresiko,”kata dia.
Baca Juga: Dosen UNSRI Soroti Papan Bunga dan Banner Lulus, Meski Mahasiswa Belum Resmi Lulus
Data kasus COVID-19 sejak tahun 2020 hingga 8 Januari 2024 menunjukkan bahwa Sumatera Selatan telah melaporkan 86.186 kasus, dengan 82.666 orang sembuh dan 3.505 orang meninggal. Sejauh ini, vaksinasi di wilayah tersebut telah mencapai tingkat yang signifikan, dengan dosis pertama mencapai 84,5%, dosis kedua 69,4%, dosis ketiga 27,7%, dan dosis keempat hanya 1,19% dari populasi. Tetap memantau situasi dan meningkatkan upaya pencegahan menjadi kunci dalam menangani krisis kesehatan ini.

