RELUNG.ID – Dalam debat presiden pertama di KPU RI, Selasa malam (12/12).
Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto memberikan pertanyaan ke Capres nomor urut 1, Anies Baswedan.
Pertanyaan tersebut, terkait dengan polusi udara yang terjadi di Jakarta.
Baca Juga: Realme Perkenalkan Dua Varian Baru, Realme V50 dan Realme V50s
Prabowo mengatakan, DKI Jakarta memiliki anggaran Rp80 triliun dalam setahun, dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta.
Berbeda dengan Jawa Barat dengan APBD sebesar 35 triliun dengan jumlah pendudk sekitar 5 juta.
Namun, selama Mas Anies memimpin, sering kali DKI menerima indeks polusi tertinggi di dunia.
Baca Juga: Dua Kasus Covid-19 Terdeteksi di Palembang
“Bagaiman dengan anggaran tersebut tidak bisa mengatasi polusi,” tanya Prabowo.
Anies pun menanggapi pernyataan tersebut, sejak lama Jakarta memasang pengukur polusi udara. Jika memang polusi itu berasal dari Jakarta, tentunya polusi ini akan konsisten.
Namun, saat ini polusi udara ini fluktuatif.
“Terkadang ada hari, Jakarta bersih dari polusi, dan ada yang kotor,” katanya.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Jago Gombal
Untuk mengatasi persoalan polusi udara, pihaknya telah melakukan pengendalian emisi. Bahkan, saat ini pengecekan emisi diwajibkan.
Selain itu, melakukan elektrifikasi kendaraan umum, dan mengkonversikan masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum.
Jawaban Anies ini pun kembali menanggapi Prabowo, dan meminta langkah real dalam lima tahun terakhir atas upaya yang dilakukan Anies. Mengingat, saat ini banyak mengalami sakit pernapasan.
Baca Juga: Ini 5 Zodiak Cocok jadi Bestie Dibandingkan Pacaran
“Susah kalau kita menyalahkan angin, dengan anggaran begitu besar, langkah realnya seperti apa?” tanya Prabowo kembali.
Merespon hal tersebut, Anies pun mengatakan, dirinya berbicara dengan data. Dia tidak memungkiri memang ada polutan di Jakarta. Namun, untuk mengatasinya harus berbicara fakta sehingga dapat mengatasinya dengan melakukan secara scientis.
“Inilah bedanya kalau berbicara data dan fiksi,” singgung Anies.

