Video permohonan maaf korban dugaan penganiayaan, ALP (19) oleh seniornya beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, ALP yang merupakan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengaku jika informasi yang telah disebarnya terkait masalah internal organisasi merupakan hoax.
Video itu pun langsung ditanggapi oleh sang ibu yakni MM (50).
MM mengatakan, jika video klarifikasi anaknya tersebut dibuat karena adanya tekanan dari seniornya di organisasi UKMK Litbang UIN RF Palembang. Hal ini juga menjadi ketakutan anaknya untuk membuat laporan polisi.
“Anak saya mendapat ancaman jika melaporkan kejadian penganiayaan ini ke polisi,” katanya.
Karena itu, para seniornya membuat klarifikasi tersebut sebagai bukti. Berdasarkan keterangan anaknya, jika video tersebut dibuat dan direkam oleh seniornya usai melakukan penganiayaan terhadap anaknya. Karena itu, dia memastikan jika video yang tersebar tersebut tidak benar.
“Anak saya ditekan, dan luka lebamnya ditutupi bedak sehingga tidak terlihat barulah dibuat video tersebut. Padahal faktanya anak saya mengalami luka lebam di wajah dan di bagian tangan,” pungkasnya.
