RELUNG.ID – Kebijakan pembatasan penyaluran solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Palembang semakin memukul para sopir truk yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk bekerja. Salah satu yang merasakan beratnya situasi itu adalah Togar (40), sopir truk lintas kabupaten yang kini setiap hari harus berjudi dengan waktu hanya untuk mendapatkan solar.
Menurut Togar, antrean di SPBU mulai mengular bahkan sebelum pelayanan solar dibuka. Ironisnya, jam operasional yang ditetapkan—pukul 22.00 hingga 04.00 WIB—dinilai jauh dari kebutuhan kerja para sopir yang harus segera mengantar barang.
“Belum jam 10 malam, antreannya sudah kayak ular. Begitu dibuka, langsung berebut. Kalau posisi saya sudah di belakang, bisa-bisa nggak kebagian sama sekali,” keluhnya, Senin (24/11).
Namun yang paling membuat sopir frustrasi ialah sistem mesin pengisian yang otomatis berhenti ketika waktu operasional habis. Bukan karena stok kosong, melainkan karena jam layanan sudah lewat.
“Walaupun baru lewat beberapa menit, minyaknya tetap nggak keluar dari mesin. Jadi mau nggak mau, sopir lain pulang tanpa isi dan harus mulai antre lagi besoknya,” ungkapnya.
Masalah tak berhenti di situ. Proses pembayaran non-tunai melalui aplikasi MyPertamina sering menjadi hambatan lanjutan. Togar menyebut banyak sopir yang gagal bertransaksi karena aplikasi error atau ponsel mereka bermasalah.
“Kami sudah nunggu berjam-jam, eh pas mau bayar malah gagal. Rasanya capek sekali, harus ngulang dari awal,” katanya.
Situasi ini membuat waktu kerja para sopir tersedot habis hanya untuk mengantre solar, sementara beban pekerjaan mereka tak berkurang. Pendapatan pun terancam menurun karena waktu tempuh semakin panjang.
Togar berharap pemerintah daerah dan pihak terkait bisa segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan pembatasan tersebut. Menurutnya, para sopir hanya ingin bekerja normal dan membawa pulang rezeki tanpa harus menghabiskan malam demi antrean.
“Kami cuma mau hidup layak. Tolong ada kebijakan yang lebih manusiawi. Kami kerja keras, tapi kalau solar saja susah dapatnya, bagaimana kami bisa jalan?” tutupnya. [THQ]

