RELUNG.ID – Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan semakin sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, seorang dokter muda di Ponorogo, Jawa Timur, justru tampil menjadi penyelamat.
Namanya Rafika Augustine. Ia tak hanya memeriksa pasien, tapi juga menghadirkan sisi kemanusiaan di ruang praktiknya.
Berbekal niat tulus membantu sesama, dokter Rafika membuka layanan berobat gratis di kliniknya yang terletak di Jalan Raya Jurusan Magetan, Desa Japan, Kecamatan Babadan. Yang menjadi sasaran utamanya adalah tukang ojek online maupun konvensional, petani, dan warga miskin.
“Bayar pakai doa saja,” begitu prinsip yang ia pegang.
Tak heran, tiap hari klinik sederhana miliknya dipenuhi warga yang mengantre dengan tertib. Ada yang datang dengan keluhan batuk, flu, hingga penyakit kronis.
Semua dilayani dengan senyum dan ketulusan. Tak ada tarif. Tak ada kasir. Sebagian warga yang merasa mampu memilih meninggalkan sayuran segar atau memasukkan uang seikhlasnya ke kotak amal.
“Ini bukan soal obat atau uang. Ini soal kehadiran dan kepedulian,” kata Endang Widayati, pasien yang merasa sangat terbantu dengan layanan dokter Rafika, Sabtu (18/5/2025).
Suciati, pasien lainnya, juga merasakan kenyamanan yang jarang ia temui di tempat lain. “Daftar, diperiksa, dikasih resep. Rasanya seperti dilayani keluarga sendiri,” ujarnya. (KPB)

