RELUNG.ID — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) memastikan stok beras di wilayah tersebut aman hingga tahun depan.
Menurut Pimpinan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumsel Babel, Elis Nurhayati, stok beras di seluruh gudang penyimpanan mencapai 54.280 ton.
“Untuk ketersediaan stok beras di seluruh gudang mencapai 54.280 ton,” ujar Elis Nurhayati Jumat (14/6/2024).
Stok ini terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan beras komersial, yang diharapkan dapat menjamin ketahanan beras hingga masa panen berikutnya pada Februari atau Maret 2025.
Selain itu, Perum Bulog Sumsel Babel juga menerima penugasan untuk menerima beras impor dari pusat, dengan total sekitar 65 ribu ton. Saat ini, sekitar 4.700 ton sedang dibongkar, dan 10 ribu ton akan menyusul.
“Artinya dengan tambahan impor yang hampir mencapai 15 ribu ton dan stok yang tersedia saat ini 54.280 ton, ketahanan kita bisa sampai masa panen tahun berikutnya,” ungkap Elis.
Perum Bulog Sumsel dan Babel menjalankan dua penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), yaitu penyaluran program beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta beras untuk bantuan pangan.
Penyaluran beras SPHP dari Januari hingga Juni 2024 sudah terealisasi sebesar 61,11%, dengan target total 27.073 ton untuk Sumsel dan 44.300 ton untuk keseluruhan wilayah.
Penyaluran bantuan pangan periode Januari hingga Mei 2024 telah selesai, dengan jumlah 6.191 ton yang akan disalurkan untuk alokasi Juni.
“Alokasi penyaluran bantuan pangan per bulan untuk wilayah Sumsel Babel sebanyak 6.191 ton,” tuturnya. Bantuan pangan ini disalurkan sesuai dengan data P3KE dari Kemenko PMK.
Elis juga menambahkan bahwa penyerapan gabah dari petani terus dilakukan, mengingat masih ada beberapa daerah yang sedang melangsungkan masa panen.(AYK)

