RELUNG.ID- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperketat program imunisasi campak untuk bayi berusia 0–6 bulan dan anak-anak hingga usia 5 tahun. Langkah ini menyusul status kasus campak di wilayah itu yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan prioritas utama vaksinasi adalah anak-anak di daratan, karena jumlah kasus campak lebih tinggi dibanding kepulauan.
“Dari 0–6 bulan, serta anak hingga usia 5 tahun dulu, yang itu dulu fokus,” ujar Ellya dalam wawancara, Selasa (19/8/2025).
Program imunisasi akan dilaksanakan di seluruh puskesmas, baik di daratan maupun kepulauan, meski di kepulauan kasusnya relatif sedikit.
“Oh ndak, karena di kepulauan kasusnya tidak banyak. Nanti akan diimunisasi seperti biasanya,” tambahnya.
Ellya menekankan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang memberi perlindungan sejak dini agar anak tidak mudah tertular penyakit. Tanpa imunisasi, risiko penularan campak menjadi sangat tinggi.
“Meski tampak sepele, jika dibiarkan, akan membahayakan di kemudian hari,” kata Ellya, seraya mengajak orang tua memastikan imunisasi anak mereka lengkap.
Sejak Januari hingga pekan pertama Agustus 2025, tercatat 1.534 kasus campak di Sumenep, dengan enam anak meninggal dunia. Situasi ini mendorong pemerintah menetapkan KLB dan mempercepat program vaksinasi untuk kelompok usia rentan.[YKP]

