Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Sumsel Alami Deflasi 0,36% di Januari 2025, Dipicu Diskon Listrik
Bisnis

Sumsel Alami Deflasi 0,36% di Januari 2025, Dipicu Diskon Listrik

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda06/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi meteran listrik Prabayar Foto : PLN
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat provinsi ini mengalami deflasi sebesar 0,36 persen pada Januari 2025. Deflasi ini dipicu oleh adanya potongan harga signifikan pada tarif listrik dan diskon tiket pesawat, meskipun harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Diskon listrik hingga 50 persen dan potongan harga tiket pesawat sebesar 10 persen menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi di Sumsel, meskipun beberapa bahan pokok mengalami lonjakan harga,” ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, dalam konferensi pers, Rabu (5/2/2025).

Meski deflasi terjadi secara keseluruhan, Sumsel tetap mencatat inflasi di sektor pangan, terutama dari komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang. Wahyu mengungkapkan, cabai merah menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil sebesar 1,45 persen secara month-to-month.

“Komoditas pangan, khususnya cabai merah dan rawit, mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen. Gangguan distribusi juga memperparah kondisi ini, mendorong harga komoditas tersebut melonjak di pasaran,” jelas Wahyu.

Selain itu, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, elpiji 3 kg, serta fluktuasi harga beli gabah petani turut menjadi faktor pendorong inflasi di sejumlah wilayah Sumsel.

Secara nasional, Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,76 persen pada Januari 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan deflasi Sumsel yang hanya mencapai 0,36 persen. Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa penurunan tarif listrik memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan laju inflasi di Sumsel.

“Meski deflasi Sumsel lebih rendah dibandingkan nasional, pengaruh penurunan tarif listrik tetap cukup kuat, khususnya dalam menekan biaya konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, deflasi dan inflasi di Sumsel pada Januari 2025 dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari kebijakan pemerintah hingga kondisi cuaca. Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga mengganggu rantai distribusi, menyebabkan harga beberapa komoditas melambung.

“Selain faktor kebijakan seperti diskon tarif listrik dan tiket pesawat, cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen menjadi salah satu pendorong utama inflasi pangan. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya stabilitas harga terhadap faktor-faktor eksternal,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Wahyu menyampaikan bahwa BPS akan terus memantau perkembangan inflasi dan deflasi di Sumsel. Ia berharap stabilisasi harga dapat terjaga dengan baik melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Deflasi yang terjadi saat ini harus dimaknai sebagai sinyal untuk memperkuat ketahanan ekonomi, terutama di sektor pangan. Langkah-langkah strategis perlu terus dioptimalkan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dinamika yang terjadi, Sumsel menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tekanan inflasi dari sektor pangan dan dorongan deflasi akibat kebijakan fiskal pemerintah.[TRA]

Deflasi Diskon Listrik Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleViral Video Polisi Hentikan Paksa Mobil Box di Palembang, Kasat Lantas Tegaskan Sesuai Prosedur
Next Article Pembangunan IKN Capai 87,9 Persen di Akhir 2024
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,880 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,726 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?