RELUNG.ID – Upaya dalam memajukan sektor pertanian di Sumsel mendapat sorotan pemerintah pusat.
Karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Prof Syahrul Yasin Limpo menunjuk Sumsel sebagai penyangga pangan nasional.
Penunjukkan ini sebagai apresiasi langkah Pemprov Sumsel dalam memajukan sektor pertanian.
Baca Juga: Ini Momen Izo Buang Pedang demi Pistol di manga One Piece
Mentan mengatakan, atas nama Presiden RI dia meminta Gubernur Sumsel dan stakeholder untuk terus memikirkan kepentingan bangsa. Terutama dalam hal mengatasi ancaman musim kemarau.
“Musim kemarau ini dipastikan akan berdampak kepada Indonesia,” katanya.
Dia menilai Sumsel memiliki tren yang sangat baik dalam peyangga pangan nasional. Karena itu, pihaknya sudah melakukan komitmen agar Sumsel menjadi booster kepentingan nasional.
Baca Juga: Kenapa Im Sama Harus Siluet di One Piece
“Alhamdulilah kami sudah mendapatkan komitmen, satu minggu ini akan kami rancangkan dan agenda aksi secara bertahap, kita yakin Sumsel memiliki kemampuan,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku telah memprediksi jika musim kemarau tahun ini akan lebih panas dibandingkan tahun sebelumnya.
Karena itu, pihaknya meningkatkan kewaspadaan khusus terhadap karhutla di 10 daerah di Sumsel.
Baca Juga: Mulai Debut 19 Juli Mendatang, Berikut Spesifikasi Realme Pad 2
“Dari tahun ke tahun kita terus siaga karhutla, alhmadulillah dapat terhindar dari dampak karhutla bahkan masih ada daerah yang turun hujan,” katanya.
Siaga yang dilakukan Pemprov Sumsel menurutnya menuai hasil yang luar biasa khususnya pada produksi.
Tercatat di tahun 2022 produksi beras mengalami surplus sebanyak 743.014 ton.
“Saat ini kami telah diingatkan Mentan bahwa Sumsel menjadi penyangga pangan nasional,” terangnya.
Baca Juga: Cari Ikan di Perairan Cilacap, Dua Petani Malah Temukan Ribuan Amunisi
Mentan juga memberikan rumusan agar mampu meningkatkan sektor pertanian saat musim kemarau menyerang.
Diantaranya yaitu memperbanyak fungsi embung untuk menjaga ketersediaan air dan menjaga kelembapan tanah.
“Ini tentunya melibatkan kerjasama berbagai pihak. Karena itu, mudah-mudahan bisa mencapai target yang diinginkan pak Mentan,” pungkasnya.

