Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Sumsel Kembali Hadapi Tantangan Stunting, 6.092 Balita Terdampak
Indeks

Sumsel Kembali Hadapi Tantangan Stunting, 6.092 Balita Terdampak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda06/12/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Angka stunting di Sumatera Selatan (Sumsel) masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data dari Aplikasi e-PPGBM Dinas Kesehatan Sumsel per Oktober 2024, tercatat sebanyak 6.092 balita mengalami stunting. Angka ini dinilai masih tinggi, meskipun telah ada upaya untuk menurunkan prevalensi stunting secara nasional.

Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) juga menunjukkan peningkatan prevalensi stunting di Sumsel pada 2023, yang naik 1,7 persen menjadi 20,3 persen dari 18,6 persen pada 2022. Padahal, pada 2022 angka stunting sempat turun signifikan dari 24,8 persen pada 2021.

Untuk mempercepat penurunan angka stunting hingga mencapai target 14 persen pada akhir 2024, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel meluncurkan Program Orangtua Asuh. Program ini bertujuan memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga yang memiliki risiko stunting atau balita yang telah terdampak stunting.

Kepala BKKBN Sumsel, Mediheryanto, menjelaskan bahwa program orangtua asuh ini melibatkan 35 ribu relawan yang berasal dari instansi pemerintah maupun swasta di seluruh kabupaten/kota di Sumsel.

“Fungsi orangtua asuh adalah memberikan bantuan berupa vitamin, makanan bergizi, dan melakukan monitoring perkembangan keluarga dengan risiko stunting selama tiga bulan,” kata Mediheryanto.

Bantuan makanan tambahan, seperti telur, diberikan dengan anggaran Rp15 ribu per anak per hari selama tiga bulan. Setelah tiga bulan, dilakukan evaluasi untuk menilai efektivitas bantuan. Jika tidak ada perkembangan, evaluasi mendalam akan dilakukan guna memperbaiki strategi pendampingan.

Program ini menekankan pendekatan gotong royong, dengan melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Kami berharap komitmen semua pihak, terutama kepala daerah, agar program ini dapat berjalan maksimal,” ujar Mediheryanto.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, terutama bagi ibu hamil dan balita. Dengan demikian, angka stunting di Sumsel dapat ditekan secara signifikan, mendukung pencapaian target nasional.

Melalui program ini, BKKBN Sumsel berharap masyarakat dapat lebih memahami dampak buruk stunting terhadap masa depan anak.

“Jika kita bekerja bersama dan berkomitmen penuh, masalah stunting yang mengancam generasi masa depan dapat diatasi,”pungkas Mediheryanto.

Program Orangtua Asuh ini menjadi harapan baru bagi Sumsel untuk mengatasi permasalahan stunting yang terus menjadi tantangan. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi aktif semua pihak untuk menciptakan generasi sehat dan produktif di masa depan.[AYK]

Stunting Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden
Next Article Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat 10 Persen, Sumsel Optimis Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,880 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,752 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,726 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?