RELUNG.ID — Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mencatat capaian yang menggembirakan dalam penggunaan energi terbarukan di tingkat daerah. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2022, bauran energi terbarukan di provinsi ini mencapai 23,85 persen, melampaui target nasional yang baru akan tercapai pada tahun 2025.
Untuk memperluas penggunaan energi terbarukan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi bersih di tingkat daerah, Institute for Essential Services Reform (IESR) bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel menggelar Jelajah Energi Sumatera Selatan.
Menurut data dari Dinas ESDM Sumsel, potensi energi terbarukan di daerah ini mencapai 21.032 MW, dengan energi surya menjadi sumber terbesar mencapai 17.233 MWp, diikuti oleh bioenergi, hidro, panas bumi, dan angin. Namun, kapasitas listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan masih belum maksimal, baru mencapai 4,7 persen dari potensi yang ada.
Ahmad Gufran, Sekretaris Dinas ESDM Sumsel, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong penggunaan energi terbarukan, termasuk kajian potensi energi terbarukan, dukungan terhadap kendaraan listrik, dan dorongan kepada sektor swasta untuk berpartisipasi.
“Kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan demi mencapai energi bersih yang ramah lingkungan. Kami berharap kesadaran akan pentingnya energi bersih dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Gufran saat menghadiri Workshop Jelajah Energi Sumatera Selatan.

