RELUNG.ID – Sebanyak 12 daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) dikategorikan rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sebagai langkah mitigasi bencana.
“Melihat kondisi saat puncak kemarau dan berdasarkan tingkat kerawanan di Sumsel, ada 12 daerah yang akan menetapkan siaga darurat Karhutla. Tiga di antaranya sudah menetapkan siaga, yakni Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI),” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, pada Selasa (25/6/2024).
Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Penetapan ini dilakukan karena sudah memenuhi syarat dua daerah untuk menaikkan status siaga. Dengan demikian, total sudah ada empat Pemda yang menetapkan status siaga darurat, termasuk Pemprov Sumsel.
“Sementara sembilan daerah lain yang rawan Karhutla dan masih dalam proses menaikkan status adalah Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), dan Lahat,” tambahnya.
Banyaknya daerah rawan Karhutla membuat BPBD Sumsel berencana meminta bantuan delapan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Helikopter masih dalam proses permintaan ke BNPB RI. BNPB masih mendata penempatan helikopter tersebut, karena Karhutla bukan hanya terjadi di Sumsel tapi juga di beberapa wilayah Sumatera lainnya,” jelas Sudirman.
Dari delapan helikopter yang diminta, dua di antaranya akan digunakan untuk patroli mengitari wilayah Sumsel sebagai langkah pencegahan dini dan untuk mengetahui titik-titik lahan yang terbakar.
“Enam helikopter lainnya akan digunakan untuk water bombing guna mengantisipasi dan memadamkan lahan yang terbakar,” ungkapnya. [AYK]

